Tampilkan postingan dengan label tanya jawab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tanya jawab. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Maret 2016

Benarkah Rasulullah Pernah Menyebut Bangsa Indonesia?

Tatkala salah satu guru Prof. DR. al-Muhaddits as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki dan Al-'Allamah al-'Arif billah Syaikh Utsman bersama rombongan ulama lainnya pergi berziarah ke Makam Rasulullah saw., tiba-tiba beliau diberikan kasyaf (tersingkapnya hijab) oleh Allah swt. dapat berjumpa dengan Rasulullah saw.


Di belakang Nabi Muhammad saw. sangat banyak orang yang berkerumunan. Ketika ditanya oleh guru as-Sayyid Muhammad al-Maliki itu: “Ya Rasulullah, siapakah orang-orang itu?”Rasulullah saw. pun menjawab: “Mereka adalah umatku yang sangat aku cintai.”Dan diantara sekumpulan orang yang banyak itu ada sebagian kelompok yang sangat banyak jumlahnya. Lalu guru as-Sayyid Muhammad al-Maliki bertanya lagi: “Ya Rasulullah, siapakah mereka yang berkelompok sangat banyak itu?”Rasulullah saw. kemudian menjawab: “Mereka adalah bangsa Indonesia yang sangat banyak mencintaiku dan aku mencintai mereka.”Akhirnya, guru as-Sayyid Muhammad al-Maliki itu menangis terharu dan terkejut. Lalu beliau keluar dan bertanya kepada jama’ah: “Mana orang Indonesia? Aku sangat cinta kepada Indonesia.” (Dikutip dari ceramah Syaikh KH. Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi).

Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki Merangkul Mbah Hasan Mangli Magelang


Bukti kecintaan as-Sayyid Muhammad al-Maliki kepada orang Indonesia adalah dengan membangunkan Pesantren khusus untuk orang Indonesia di Mekkah. Dan beliau sangat senang dan bahagia apabila ada orang/ulama Indonesia yang menyempatkan bersilaturrahim di rumahnya. Bahkan beliau sering memberikan buah tangan (hadiah) kepada orang/ulama. (pelangimuslim.com)

Sabtu, 12 Maret 2016

SUBHANALLAH...!! Jika Istri Memiliki 10 Sifat ini, Maka Rezeki Suamimu Mengalir Deras Dan Berlimpah

10 Sifat Wanita yang Mendatangkan Rezeki Bagi Suami . Banyak suami yang mungkin tidak tahu bahwa rezekinya dengan izin Allah mengalir lancar atas peran istri. Memang tidak bisa dilihat secara kasat mata, namun bisa dijelaskan secara spiritual bahwa 10 sifat istri ini ‘membantu’ mendatangkan rezeki bagi suaminya.







1. Istri yang pandai bersyukur
Istri yang bersyukur atas segala karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk rezeki. Punya suami, bersyukur. Menjadi ibu, bersyukur. Anak-anak bisa mengaji, bersyukur. Suami memberikan nafkah, bersyukur. Suami memberikan hadiah, bersyukur. Suami mencintai setulus hati, bersyukur. Suami memberikan kenikmatan sebagai suami istri, bersyukur.

“Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan: jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmatKu) maka sesungguhnya adzabku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7).

 Baca Juga : Berikan Perhatian Dan Pujian Kepada Istri Anda Dengan Kata-Kata ini, Dan Rasakan Perubahannya

2. Istri yang tawakal kepada Allah
Di saat seseorang bertawakkal kepada Allah, Allah akan mencukupi rezekinya.
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaq: 3).

Jika seorang istri bertawakkal kepada Allah, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rezekinya. Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selalu harus langsung diberikan kepada wanita tersebut. Bisa jadi Allah akan memberikan rezeki yang banyak kepada suaminya, lalu suami tersebut memberikan nafkah yang cukup kepada dirinya.

3. Istri yang baik agamanya
Rasulullah menjelaskan bahwa wanita dinikahi karena empat perkara. Karena hartanya, kecantikannya, nasabnya dan agamanya.
“Pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Beruntung itu beruntung di dunia dan di akhirat. Beruntung di dunia, salah satu aspeknya adalah dimudahkan mendapatkan rezeki yang halal.

Coba kita perhatikan, insya Allah tidak ada satu pun keluarga yang semua anggotanya taat kepada Allah kemudian mereka mati kelaparan atau nasibnya mengenaskan. Lalu bagaimana dengan seorang suami yang banyak bermaksiat kepada Allah tetapi rezekinya lancar? Bisa jadi Allah hendak memberikan rezeki kepada istri dan anak-anaknya melalui dirinya. Jadi berkat taqwa istrinya dan bayi atau anak kecilnya yang belum berdosa, Allah kemudian mempermudah rezekinya. Suami semacam itu sebenarnya berhutang pada istrinya.

4. Istri yang banyak beristighfar
Di antara keutamaan istighfar adalah mendatangkan rezeki. Hal itu bisa dilihat dalam Surat Nuh ayat 10 hingga 12. Bahwa dengan memperbanyak istighfar, Allah akan mengirimkan hujan dan memperbanyak harta.
“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu’, sesunguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai untukmu”(QS. Nuh : 10-12).

5. Istri yang gemar silaturahim
Istri yang gemar menyambung silaturahim, baiK kepada orang tuanya, mertuanya, sanak familinya, dan saudari-saudari seaqidah, pada hakikatnya ia sedang membantu suaminya memperlancar rezeki. Sebab keutamaan silaturahim adalah dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya.
“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

6. Istri yang suka bersedekah
Istri yang suka bersedekah, dia juga pada hakikatnya sedang melipatgandakan rezeki suaminya. Sebab salah satu keutamaan sedekah sebagaimana disebutkan dalam surat Al Baqarah, akan dilipatgandakan Allah hingga 700 kali lipat. Bahkan hingga kelipatan lain sesuai kehendak Allah.
Jika istri diberi nafkah oleh suaminya, lalu sebagiannya ia gunakan untuk sedekah, mungkin tidak langsung dibalas melaluinya. Namun bisa jadi dibalas melalui suaminya. Jadilah pekerjaan suaminya lancar, rezekinya berlimpah.
“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261).

7. Istri yang bertaqwa
Orang yang bertaqwa akan mendapatkan jaminan rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan ia akan mendapatkan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ath Talaq ayat 2 dan 3.
“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (QS. At Thalaq: 2-3).
8. Istri yang selalu mendoakan suaminya
Jika seseorang ingin mendapatkan sesuatu, ia perlu mengetahui siapakah yang memilikinya. Ia tidak bisa mendapatkan sesuatu tersebut melainkan dari pemiliknya.
Begitulah rezeki. Rezeki sebenarnya adalah pemberian dari Allah Azza wa Jalla. Dialah yang Maha Pemberi rezeki. Maka jangan hanya mengandalkan usaha manusiawi namun perbanyaklah berdoa memohon kepadaNya. Doakan suami agar senantiasa mendapatkan limpahan rezeki dari Allah, dan yakinlah jika istri berdoa kepada Allah untuk suaminya pasti Allah akan mengabulkannya.
“DanTuhanmu berfirman: Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan” (QS. Ghafir: 60).

9. Istri yang gemar shalat dhuha
Shalat dhuha merupakan shalat sunnah yang luar biasa keutamaannya. Shalat dhuha dua raka’at setara dengan 360 sedekah untuk menggantikan hutang sedekah tiap persendian. Shalat dhuha empat rakaat, Allah akan menjamin rezekinya sepanjang hari.
“Di dalam tubuh manusia terdapat 360 sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan sedekahnya.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?” Beliau menjawab, “Engkau membersihkan dahak yang ada di dalam masjid adalah sedekah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah Maka jika engkau tidak menemukannya (sedekah sebanyak itu), maka dua raka’at Dhuha sudah mencukupimu.” (HR. Abu Dawud)
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.”(HR. Ahmad).

10. Istri yang taat dan melayani suaminya
Salah satu kewajiban istri kepada suami adalah mentaatinya. Sepanjang perintah suami tidak dalam rangka mendurhakai Allah dan RasulNya, istri wajib mentaatinya.
Apa hubungannya dengan rezeki? Ketika seorang istri taat kepada suaminya, maka hati suaminya pun tenang dan damai. Ketika hatinya damai, ia bisa berpikir lebih jernih dan kreatifitasnya muncul. Semangat kerjanya pun menggebu. Ibadah juga lebih tenang, rizki mengalir lancar.


Sumber reportaseterkini.com

Subhanallah!!! Inilah 5 Amalan Ringan, Yang Membuat Pintu Surga Terbuka , Amalan Apa Sajakah Itu?

Tentu ingin masuk surga dan bertemu langsung dengan Allah, Kekasih yang selama ini dicintai dan dirindukan. Sudah pasti, yang bisa masuk ke dalam surga dan bertemu dengan Allah, adalah orang-orang pilihan yang selama hidupnya di dunia menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya secara sungguh-sungguh. 
 





 Tetapi, orang yang sudah mengerjakan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya, jangan semerta-merta merasa memiliki amalan kebaikan yang banyak dan lantas layak untuk masuk surga. Pemberian tiket ke surga adalah hak prerogratif Allah. Dia yang Maha Menentukan, yang Maha Menimbang. Muslim dan muslimah yang baik harus selalu rendah hati dan takut kepada Allah, bahkan atas kesombongannya sendiri yang barangkali terbersit di dalam hatinya tanpa disadari. Bukankah amalan itu tergantung pada niatnya, kata Nabi? 

Meskipun kita sering melakukan amalan kebaikan yang “besar”, tetapi niat kita keliru, apalagi hanya sekedar pencitraan, maka di sisi Allah, amalan kebaikan itu bisa tak ada artinya sama sekali. Di era “masyarakat tontotan” seperti sekarang ini, segala amalan kebaikan memang mudah tergelincir menjadi sekedar tontotan yang riya’. 

Sebaliknya, justru ketika kita melakukan amalan kebaikan yang “ringan”, yang barangkali selama ini sering dianggap sepele, jika dilakukan dengan niat yang benar semata-mata karena Allah, bisa menjadi sangat mulia dan bernilai di sisi Allah. Meskipun tanpa ada cahaya kamera yang menyorotnya. Sungguh, amalan kebaikan yang sepele tersebut dijanjikan dapat membuka pintu surga-Nya. Mari ketuk pintu-pintu surga dengan beberapa amalan yang selama ini dianggap ringan dan sepele tersebut, berikut ini: 

1. Memberi Minum Binatang 
Jangankan memberi minum binatang. Kita saat ini rasanya sudah banyak yang tak peduli pada binatang. Padahal, memberi minum binatang ini menjadi salah satu amalan kebaikan yang dapat menghantarkan seseorang ke dalam surganya Allah. 

Masih ingatkah dengan cerita Rasullullah saat menceritakan seorang laki-laki yang memberi minum seekor anjing hingga kemudian Allah mengampuni dosa-dosa laki-laki itu dan memasukkannya ke dalam surga? Iya, dalam hadist yang diriwayahkan Bukhori dan Muslim, diceritakan dari Abu Hurairah, 

Rasullullah SAW bersabda “Ketika sedang melakukan perjalanan, seorang laki-laki merasa haus, lalu ia menuju ke sebuah sumur dan minum air. Setelah ia keluar, ternyata ada seekor anjing yang menjulurkan lidahnya dan memakan pasir karena kehausan. Lelaki itu bergumam ‘Anjing ini telah merasa kehausan seperti yang telah aku rasakan’. Ia pun kembali menuju sumur dan memenuhi sepatunya dengan air, lalu memberikan minum anjing tersebut. Maka Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuni segala dosanya. Mereka (para sahabat) bertanya: Wahai Rasullullah, apakah kita akan mendapatkan pahala dengan memberi minum binatang? Beliau menjawab: ‘Pada setiap limpa yang basah, terdapat pahala’”.


2. Menyingkirkan Gangguan dari Jalan
Jika kita sedang berjalan, entah itu naik kendaraan atau jalan kaki, dan kita menemukan rintangan di jalan berupa batu yang tergeletak di tengah jalan, bambu yang menghalang, atau mungkin kulit pisang yang dibuang sembarangan, lantas kemudian secara spontan kita menyingkirkan rintangan tersebut. Maka, itu akan dicatat sebagai amalan kebaikan di sisi Allah. 

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa menyingkirkan gangguan dari jalan kaum muslimin, maka akan dicatat untuknya satu kebaikan, maka ia akan masuk surga” (HR. Bukhari).
 
3. Menjenguk Orang Sakit
Sesibuk-sibuk apapun kita, sempatkanlah untuk menjenguk saudara, teman, dan kolega kita yang sedang sakit. Selain merupakan “panggilan kemanusiaan”, amalan kebaikan ini dicatat sebagai pahala yang tinggi di sisi Allah. Allah menjanjikan mereka yang menjenguk orang-orang sakit, posisi yang mulia di Surga-Nya kelak. 

Rasulullah bersabda: “Barang siapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka malaikat berseru: ‘Engkau adalah orang yang baik, langkahmu adalah langkah yang baik, dan engkau telah mendapatkan suatu posisi di surga’”(HR Tirmidzi dari Abu Hurairah, r.a.)
 
4. Senyum dan Ceria
Menebar senyum dan salam pada semua orang merupakan sebuah kebajikan yang dijanjikan ganjaran pahala dan surga oleh Allah. Oleh sebab itu, muslim dan muslimah yang baik harus mengembangkan sikap yang ramah dan penuh ceria terhadap orang lain, sehingga Islam juga benar-benar dirasakan membawa rahmat bagi semua. “Kebaikan akhlak adalah keceriaan wajah dan menjauhi amarah,” kata Rasulullah. 

5. Menutup Aib Orang Lain
Dalam Islam, Allah sangat membenci ghibah. Orang yang bergunjing tentang keburukan saudaranya sendiri, dianggap sama dengan memakai bangkai saudaranya tersebut. Menahan diri untuk tidak bergunjing dan menutup aib orang lain sangat dianjurkan bagi seorang muslim dan muslimah. Amalan kebaikan ini dijanjikan ganjaran surga oleh Allah. Rasulullah bersabda: “Tidaklah seorang hamba menutup aib seorang hamba di dunia, melainkan Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat” (H.R. Muslim).
 
Demikian beberapa amalan kebaikan yang barangkali selama ini dipandang ringan dan sepele, tetapi dapat mengetuk dan membuka pintu surga karena ridla dan iradah Allah. Tentu masih banyak amalan kebaikan yang lain, yang tak mungkin dibahas di sini satu persatu. Semoga Allah selalu membersihkan hati dan meluruskan niat kita.  Amin.
 
Referensi:
-Disarikan dari buku “Amalan-Amalan Ringan Pembuka Pintu Surga”, karya Fakhruddin Nursyam, LC.

Sumber: Ummi-online.com

Hati-Hati...!!! Hanya Karena 1 Hal Buruk Ini. Bisa Menghapus Amalan Kita Selama 70 Tahun

Hidup itu sementara. Tapi wajib dipakai untuk mencari sebanyak-banyaknya bekal untuk menghadapi akhirat yang selamanya. Karenanya, menggandakan sembari membenahi nilai amal shaleh amatlah penting untuk dikerjakan di sepanjang jenak kehidupan.


Ketahui! Karena 1 Hal Buruk Ini Bisa Menghapus Amalan Kita Selama 70 Tahun
Sumber: Google.com
Apalagi selepas mati, hanya tiga amal yang berguna untuk seseorang; ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah, serta doa anak yang shaleh bagi kedua orang tuanya. Ketiga amalan inilah yang wajib senantiasa diproduksi sepanjang hari supaya nanti kami dapat memanennya di Hari Kiamat.
 

Maka manfaatkanlah usia yang sebentar dengan beragam proyek menuntut ilmu serta menyebarkannya terhadap orang-orang yang kami cintai sertamasyarakat sekitar. Ikhlaslah dalam mengupayakannya. Dan, wakafkan diri
sepanjang hayat dikandung badan untuk mengamalkannya.

Sebab satu ilmu yang dipraktekkan dengan sempurna di sepanjang kehidupan jadi menjadi amalan unggulan, merupakan lebih baik dari jutaan teori yang justru membikin pemiliknya terus jauh serta ingkar terhadap Allah Ta’ala.
Jika berilmu, jadi kami bakal mengenal waktu serta amalan apa yang paling tepat. Misalnya; sebelum sampai Subuh dimanfaatkan dengan dzikir, tilawah, serta perbanyak istighfar. Seusai Subuh, dilanjutkan dengan dzikir pagi serta keutamaan lainnya.

Siang hari, di sela-sela kerja, sebagai salah satu bentuk rehat yang paling bagus; jadi ia bergegas mendirikan Dhuha, kemudian melakukan tidur siang sesaat sebelum Dhuhur sebagai salah satu sunnah Nabi, serta seterusnya.

Semua itu, hanya dapat dilakukan oleh mereka yang berilmu. Sehingga, tidak ada masa yang sia-sia. Bagi orang yang berilmu, setiap jenak merupakan kesempatan untuk perbanyak amal shaleh guna mengumpulkan bekal kehidupan di akhirat kelak.

Yang patut dicatat, ada amalan-amalan penghapus pahala. Apabila amalan ini dikerjakan di akhir hayat, jadi amalan dengan tinggi gunung alias sebanyak air di samudera, dapat habis karena satu amalan itu. Misalnya, sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah dalam salah satu sabdanya yang berstatus Hasan Gharib ini:

Sungguh, ada orang yang melakukan kebaikan selagi tujuh puluh tahun, namun ia berwasiat serta zhaim dalam wasiatnya, lalu menutup usianya dengan kejelekan amalnya jadi ia dimasukkan ke dalam neraka. Serta sungguh, ada orang yang melakukan keburukan selagi tujuh puluh tahun, lalu ia adil dalam wasiatnya, serta menutup usianya dengan kebaikan amalnya, jadi ia dimasukkan ke dalam surga. (Hr. Imam Ahmad bin Hanbal dari Abu Hurairah)

Hendaklah berhati-hati serta wasapada; jangan berhenti beramal dengan ikhlas sampai ajal menjemput. Semoga Allah Ta’ala melindungi kami dari akhir yang buruk, serta menjadikan kami akhir yang baik dalam kehidupan. Aamiin.

Sumber: Kisahikmah.com

Baca Ini Kalau Berani... Kisah Nyata Siswi SD Diusir Sekolah Karena Menggunakan Kerudung

Seorang siswi kelas 5 SD Negeri Entrop
bernama Faradila Widy Afini Lokahita diusir dari sekolah hanya karena mengenakan kerudung.
 
Diskriminasi masih menghiasi di beberapa tempat di Indonesia, terutama diskriminasi terhadap simbol simbol agama tertentu. Seorang siswi kelas 5 SD yang bernama Faradila ini harus merasakan pahitnya diskriminasi hanya karena ia menggunakan kerudung. Dan ironisnya kejadian ini terjadi di sebuah SD negeri yang sama sekali bukan sebuah sekolah yang khusus untuk agama tertentu.


Kisah Nyata: Siswi SD Diusir Sekolah Karena Menggunakan Kerudung Yang Membuat Semua Pembaca Terharu
Sumber: Muslimahzone.com
Diusir gara gara menggunakan kerudung

Faradila adalah seorang siswi kelas 5 di SD Negeri Entrop. Pengusiran itu sendiri dilakukan oleh wali kelasnya yang bernama H. Sirait karena Faradila datang masuk kelas dengan menggunakan kerudung. Saat itu Faradila akhirnya langsung pulang ke rumah.

Tidak hanya sampai disitu saja, beberapa hari kemudian Faradila kembali ditegur untuk tidak menggunakan kerudungnya dan kembali diusir dari sekolah hingga akhirnya ia diultimatum untuk tidak menggunakan kerudung saat bersekolah.

“Awalnya anak saya diusir pada hari Kamis. Saat itu ia langsung disuruh pulang. Saya sendiri tahu ketika disuruh jemput anak saya di depan toko,”
 

 Sang ayah, Iwan bersikeras kalau sang anak sama sekali tidak bersalah mengingat Faradila bersekolah di sekolah negeri. Apalagi sang anak sendiri yang memiliki keinginan untuk mengenakan kerudung. Menurut Iwan, kerudung tidak mengganggu proses belajar mengajar.Terkait dengan pemberitaan ini akhirnya Kepala SD Negeri Entrop, Barsalina Hamadi memberikan komentarnya, ia membantah jika dirinya disebut melakukan pengusiran.

“Saya tidak usir dan saya hanya sampaikan ke siswa bahwa kami punya aturan soal seragam di sekolah. Saya meminta untuk tidak berseragam yang lain. Tapi kalau mau seperti itu (berkerudung, Red) alangkah baiknya kalau ia masuk di sekolah yang mengajarkan untuk berkerudung dan ada kajian agamanya,”

Faradila akhirnya dikeluarkan
Setelah satu bulan kabar mengejutkan kembali datang, Faradila Widy Afini Lokahita seorang siswi kelas V SD Negeri Entrop Jayapura, Papua akhirnya dikeluarkan dari sekolahnya karena masalah ini.

Sebuah tanda tanya yang sangat besar muncul, mengapa di sebuah SD Negeri yang sama sekali tidak terkait dengan agama tertentu malah menerapkan aturan seperti ini? Bukannya memberikan sanksi terhadap guru dan kepala sekolah yang mengusirnya, tapi malah justru mengeluarkan Faradila dari sekolah. Bahkan surat yang menyatakan kalau Faradila dikeluarkan dari sekolah diberikan langsung oleh Kepala SD Negeri Entrop, Barsalina Hamadi, S.Pd kepada Faradila.

Iwan yang tidak terima dengan sikap SD Negeri Entrop Jayapura ini kemudian melaporkannya ke Komnas HAM. Pihak Komnas HAM kemudian menindaklanjutinya dengan menemui langsung sang kepala sekolah.

Namun warga yang menantikan akhir dari polemik ini ternyata harus kecewa karena ternyata apa yang diperbuat oleh kepala sekolah ini dimaafkan Dinas Pendidikan Kota Jayapura.
Seperti inikah yang namanya toleransi antar umat beragama?

Seperti inikah wajah pendidikan yang penuh diskriminasi di bumi papua?

Sumber: Muslimahzone.com

Kiamat Akan Terjadi Jika Orang-orang Ini Sudah Tidak Ada di Dunia, Siapakah Orang Itu?

Kiamat merupakan hari penghancuran seluruh makhluk tetapi jika orang-orang ini masih ada, maka kiamat tidak akan pernah terjadi. Hari kiamat pasti akan terjadi tetapi setiap makhluk tidak mengetahui kapan hari itu akan terjadi, semua itu merupakan rahasia Allah. Manusia hanya dapat mengetahui tanda-tanda datangnya hari kiamat berdasarkan Al-Qur’an dan juga Hadits, namun hari akhir itu tidak akan datang jika masih ada manusia yang melakukan satu hal. Apakah hal itu?




Pengertian hari kiamat menurut Islam, yaitu terdapat dua macam kiamat diantaranya adalah kiamat kecil dan juga kiamat besar. Kiamat kecil merupakan tragedi musibah yang dialami oleh setiap manusia seperti kematian, sedangkan kiamat besar merupakan penghancuran seluruh alam dan juga penghancuran semua makhluk di dunia ini. Dalam Al-Qur’an dan juga Hadits telah banyak digambarkan bagaimana kiamat akan datang dan juga beberapa tanda-tanda akan datangnya hari akhir ini. Tanda-tanda ini dapat menjadi pelajaran bagi setiap manusia untuk selalu bertaqwa dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hari akhir.

Dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Ahmad telah dijelaskan bahwa ada 6 tanda-tanda datangnya hari kiamat yaitu terbenamnya matahari dari arah yang seharusnya terbit, keluarnya dajjal, adanya asap tebal, munculnya dabbah yaitu hewan melata yang dapat bicara, 
terjadinya petaka pada diri setiap orang, dan munculnya petaka bagi semua orang. Selain itu dalam hadits Nabi yang lainnya juga dijelaskan bahwa ada 6 tanda tanda kiamat menurut Islam yaitu kematian Rosulullah, terjadinya pembebasan baitul maqdis, adanya penyakit yang disebabkan wabah binatang yang mampu mematikan manusia, semua orang menjadi kaya sehingga tidak ada tempat untuk memberikan zakat, adanya petaka yang menyerang bangsa arab, dan adanya gencatan senjata dengan bangsa Romawi tetapi mereka berkhianat.

Namun perlu diketahui bahwa hari kiamat yang amat mengerikan itu tidak akan terjadi jika di dunia ini masih ada manusia yang melafalkan kalimat tauhid. Saat ini tanda-tanda semakin dekatnya hari kiamat telah banyak bermunculan seperti yang telah tercantum dalam Al-Qur’an yaitu semakin banyak laki-laki yang ingin menjadi wanita dan juga sebaliknya banyak wanita yang ingin menjadi laki-laki bahkan mereka telah melakukan operasi untuk mewujudkan keinginannya itu, semakin banyaknya kasus penyimpangan seksual seperti lesbian atau homosex, semakin banyak bencana yang melanda dan banyak memakan korban jiwa, dan masih banyak lagi lainnya. Selain itu banyak gambaran hari kiamat menurut Islam yang telah dijelaskan ddalam Al-Qur’an dan Hadits.

Meskipun semua tanda-tanda itu telah muncul tetapi masih ada orang yang melafalkan kalimat tauhid maka kiamat tidak akan datang. Hal ini berdasarkan hadits Nabi yang telah diriwayatkan oleh Ahmad yang menjelaskan bahwa hari kiamat tidak akan datang selama masih ada orang di dunia yang melafalkan kalimat tauhid, yaitu laa ilaaha illallah yang artinya tidak ada Tuhan selain Allah SWT. Selain itu ada satu hadits lagi yang menerangkan bahwa hari kiamat tidak akan datang jika masih ada orang yang mengucapkan asma Allah dengan sepenuh hati dan ikhlas, hadits ini telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa kiamat tidak akan datang selama di dunia ini masih ada orang yang bertaqwa kepada Allah dan melafalkan kalimat tauhid dengan sepenuh hati. Kiamat merupakan kehendak Allah SWT tetapi sebagai hamba-Nya sudah seharusnya kita memperbaiki iman dan taqwa kepada Allah sehingga datangnya hari kiamat dapat ditunda.
 
Sumber: Kumpulanmisteri.com

Kamis, 10 Maret 2016

Jika Kamu Mengalami 7 Tanda Ini, Maka Kemungkinan Dalam Seminggu Kamu Akan Meninggal Dunia

Siramanislam.com_Ternyata ada tanda-tanda manusia akan
meninggal seminggu lagi dan bisa dideteksi oleh kita yang manusia awam dengan pengetahuan medis yang nol. Seperti yang kita tahu, semua makhluk hidup ada masanya hidup dan mati pada akhirnya, tapi proses kematian itu tentu berbeda antara satu dengan yang lain. Banyak yang bilang bahwa jodoh dan kematian hanya Tuhan yang tahu dan sebagai manusia biasa kita tentu akan sulit memprediksikan sebuah kematian, meski kita seorang paranormal. Tentang kapan meninggalnya seseorang tentu tidak dapat diprediksikan secara tepat dan tidaklah mudah tapi ternyata ada tanda-tanda yang bisa dipelajari.



 
Sekalipun seorang manusia memiliki sebuah penyakit parah dan seperti sudah tidak punya harapan hidup seperti yang banyak dikatakan oleh para dokter, jika Tuhan berkenan pun mereka bisa sembuh sebagai sebuah mukjizat dari Tuhan. Jadi, kematian itu bukan sesuatu yang bisa untuk ditebak-tebak. Kecelakaan dan sakit serta sebab lainnya dapat menjadi pemicu kematian. Namun, daripada kita menebak-nebak atau memprediksi kapan meninggalnya seseorang, akan lebih baik apabila kita tahu tanda-tanda seseorang yang akan meninggal dalam waktu seminggu. Memang hal ini termasuk aneh, tapi tidak ada salahnya untuk dilihat dan dipelajari untuk menambah pengetahuan juga.

1. Pembengkakan adalah salah satu dari tanda-tanda aneh pada orang sakit yang akan meninggal meski hal ini juga termasuk sering ditemui. Letak dari terjadinya pembengkakan inilah yang kemudian membuat banyak orang bertanya-tanya. Beberapa orang mengalami pembengkakan di area kaki dan tangan, tapi ada juga yang terjadi di bagian tubuh lainnya. Sekadar informasi, biasanya pembengkakan adalah gejala dari penyakit jantung juga.
 
2. Luka yang lama sembuhnya juga termasuk di tanda-tanda ini apalagi kalau memang terjadi infeksi pada luka tersebut. Sulitnya sebuah infeksi atau luka untuk disembuhkan sangat berpotensi membahayakan bagian tubuh lainnya. Banyak juga kasus di mana orang meninggal karena infeksi luka.

3. Ada jeda dalam proses bernapas bisa menjadi salah satu dari tanda-tanda orang yang akan meninggal. Jika ingin tahu, tentu perhatikan orang tersebut ketika sedang terjaga dan tidur apakah saat bernapas ada jeda yang terjadi.

4. Hilangnya nafsu makan bukan hanya tanda-tanda seseorang yang tengah patah hati, tapi hal ini bisa juga menjadi pertanda seseorang akan meninggal, apalagi kalau nafsu makan tidak kembali dengan cepat. Pasti ada bedanya saat seseorang biasanya makan dan minum seberapa banyak dengan hari-hari terakhir di mana ia mungkin hanya minum dan makan dengan porsi yang sangat sedikit. Hal ini perlu dicurigai dan diperhatikan dengan baik.

5. Sering merasa mengantuk disebutkan termasuk dalam tanda-tanda orang akan meninggal dunia di mana tentunya orang tersebut akan menggunakan sebagian besar waktunya hanya untuk tidur.

6. Menarik diri dari lingkungan pergaulan alias seseorang yang tidak ingin punya andil dalam kegiatan sosial atau bahkan sudah tidak punya minat dan semangat dalam mengerjakan aktivitas kesukaannya, maka kemungkinan orang tersebut bakal meninggal.

7. Sering gelisah adalah pertanda juga. Artinya, seseorang tersebut bakal bergerak-gerak terus ketika tidur karena merasa tidak tenang dan menjadi sulit tidur. Perhatikan apakah Anda atau ada orang terdekat Anda yang mengalami hal seperti ini.

Memang tanda-tanda seperti yang disebutkan di atas adalah hal-hal yang sering kita temui di kehidupan sehari-hari, tapi ternyata bisa menjadi petunjuk akan seseorang yang bakal meninggal dalam seminggu. Namun, kembali lagi umur kita di tangan Tuhan, jadi tanda-tanda manusia akan meninggal seminggu lagi ini boleh menjadi pengetahuan kita bersama.
 
Sumber: Kumpulanmisteri.com

Lakukanlah 7 Amalan Ini. Insya allah Dapat Menghapuskan Dosa Seumur Hidup Kita

Tumpukan dosa yang menggumpal bukan
berarti tak bisa dihapus. Beragam kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas mampu meleburnya. Selama dosa tersebut bukanlah dosa besar yang menyebabkan kekafiran. Sebab kekafiran hanya bisa diganti dengan kembali dalam pelukan Islam.

 

Lakukanlah 7 Amalan Ini. Insya allah Dapat Menghapuskan Dosa Seumur Hidup Kita


1. Taubat

Kesalahan bisa dilakukan siapa saja. Tak terkecuali ahli ibadah sekalipun. Karenanya, orang yang terbaik bukan mereka yang tak pernah terjerembab dalam kekeliruan. Tapi, mereka yang selalu menyadari kesalahannya, lalu bertaubat. Dan tidak menunda taubatnya walau sedetik pun.

“Langsung bertaubat dari dosa,” tutur Imam Ibnul Qayyim, “merupakan keharusan yang tak bisa ditunda-tunda. Jika taubat ditunda, ia akan memunculkan maksiat lain akibat penundaan itu.”

Begitu pentingnya taubat karena ia adalah gerbang segala ampunan. Ia adalah wujud pengakuan hamba atas dosanya, dan jembatan pengakuan Allah bagi ampunan-Nya. Taubatlah yang menjadi kunci kebaikan untuk menghapus dosa kesalahan seorang hamba.

Allah Ta’ala berfirman, “…Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih, maka kejahatan mereka diganti dengan kebaikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Furqan: 70).

2. Sedekah

Setelah gerbang ampunan terbuka, ibadah berikutnya yang bisa melebur dosa adalah sedekah. Baik yang dilakukan dengan terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.

Allah berfirman, “Jika kamu menampakkan sedekah(mu) maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagi kamu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Baqarah: 271).

Rasulullah Saw bersabda, “…sedekah itu mematikan (melebur) kesalahan dan takwa itu membunuh kesalahan seperti air memadamkan api.” (H.r. Thabrani).

Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar. Orang yang suka bersedekah adalah orang yang benar pengakuan imannya. Menurut terminologi syariah, pengertian sedekah sama dengan pengertian infak, baik hukum maupun ketentuan-ketentuan umum lainnya. Hanya saja, jika infak cenderung berkaitan dengan materi, sedekah memiliki arti lebih luas. Sedekah enyangkut juga hal yang bersifat non-materi. Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Dzar, Rasulullah Saw menyatakan bahwa jika tidak mampu bersedekah dengan harta, maka membaca tasbih, membaca takbir, tahmid, tahlil, berhubungan suami-istri, atau melakukan kegiatan amar ma’ruf nahi mungkar termasuk sedekah. Dalam hadits lain yang juga diriwayatkan Muslim,

 


Rasulullah Saw menyebutkan bahwa tersenyum kepada saudara yang lain itu sedekah.

3. Jihad

Ibadah lainnya yang masih berkaitan langsung dengan harta dan pahalanya mampu melebur dosa adalah jihad. Jihad di jalan Allah yang dilakukan dengan ikhlas dapat melebur dosa. Baik yang dilakukan dengan harta maupun jiwa. “…(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan ke dalam surga…” (QS. ash-Shaff: 11-12).

Karenanya, para sahabat Rasulullah saw selalu berlomba menyambut seruan jihad. Kendati mereka sudah menginfakkan harta, tapi itu tak membuat mereka puas untuk tidak ikut berjuang di jalan Allah. Bagi mereka, syahid di jalan Allah adalah kunci utama untuk mendapatkan ampunan Allah.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Orang yang mati syahid akan diampuni dosanya pada percikan darah yang pertama, dan akan dikawinkan dengan dua bidadari dan akan memberi syafaat tujuh puluh dari anggota keluarganya…,” (H.r. Thabrani).

4. Wudhu

Bagi mereka yang tidak sempat berjihad bukan berarti pintu melebur dosa tertutup. Ibadah sehari-hari yang kita lakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntutan Rasulullah saw, juga bisa menghapus dosa.

Rasulullah saw bersabda, “Sesiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini, maka dosa-dosanya yang terdahulu akan diampuni. Sedangkan shalatnya, jalannya menuju masjid adalah amalan tambahan,” (H.r. Muslim dan Nasa’i).”

5. Shalat

Selain itu, shalat merupakan kaffarah (penebus) dosa dan kesalahan seorang hamba. Perumpamaan orang yang melakukan shalat lima waktu sehari semalam ibarat orang yang di depan rumahnya mengalir sungai dan ia mandi lima kali sehari. Tak akan ada kotoran yang tersisa. “Begitulah perumpamaan shalat lima waktu. Dengan shalat itu Allah akan melebur kesalahan-kesalahan (hamba-Nya),” ujar Rasulullah saw seperti diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Muslim dan Tirmidzi bahwa Rasulullah saw menegaskan, “Shalat lima waktu, shalat Jum’at menuju Jum’at berikutnya adalah pelebur dosa di antara mereka, selama dosa-dosa besar tidak dilanggar.”

6. Puasa

Ibadah puasa yang dilakukan dengan penuh keimanan dan hanya mengharap ridha Allah pun bisa melebur dosa. “Sesiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan ikhlas (mencari pahala karena Allah) maka diampunilah dosanya yang sudah lewat.” (H.r. Bukhari Muslim).

Apalagi jika puasa Ramadhan diikuti dengan puasa Syawal enam hari setelahnya. “Sesiapa yang puasa Ramadhan dan mengiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti pada hari ia dilahirkan ibunya,” demikian sabda Rasulullah saw seperti yang diriwayatkan Thabrani dalam Mu’jam al-Ausath-nya.

Puasa ayyamul bidh (tiga hari setiap pertengahan bulan hijriyah) juga bisa menjadi pelebur dosa. Dalam Mu’jam al-Kabir-nya Thabrani meriwayatkan, dari Maimunah binti Sa’ad bahwa Rasulullah saw bersabda, “Dari setiap bulan tiga hari, siapa saja yang mampu melaksanakannya, maka (pahala) setiap harinya bisa melebur sepuluh kali kesalahan dan dia bersih dari dosa seperti air membersihkan pakaian.”

7. Haji

Kalau ibadah harian (seperti shalat), bulanan (seperti puasa sunnah), atau tahunan (seperti puasa Ramadhan) mampu melebur dosa, begitu juga dengan ibadah haji yang diwajibkan sekali seumur hidup bagi yang mampu.

Rasulullah saw bersabda, “Sesiapa yang melaksanakan haji, lalu tidak berbicara kotor dan tidak fasik, dia akan kembali (diampuni) dari dosanya sebagai mana ia dilahirkan ibunya,” (H.r. Bukhari Muslim).

Begitulah kesempurnaan Islam dan keutamaan umat Nabi Muhammad. Hari-harinya penuh dengan pahala yang mampu melebur dosa kesalahannya.

Semoga dosa-dosa kita dihapus dan diampuni oleh-Nya. Aamiin.

Sumber : blog.setiabuku.com

Rabu, 09 Maret 2016

Inilah Penjelasan Al-Qur'an, Bagaimana Bisa Maryam yang Masih Perawan Hamil Dan Lahirkan Nabi Isa?

Nabi Isa as merupakan salah satu
utusan Allah SWT untuk menyampaikan wahyu kepada manusia. Ia lahir dari seorang wanita soleha bernama Maryam yang taat dan terus beribadah kepada Allah. Yang membuatnya begitu fenomenal adalah karena Nabi dan rasul ke-24 ini dilahirkan dari rahim Maryam yang masih perawan tanpa melalui proses biologis terlebih dahulu. Bagaimana Nabi Isa Bisa Lahir Dari Rahim Seorang Perawan? Wallahualam Bishowab.

Sebenarnya ini adalah hal mudah bagi Allah jika Ia menghendaki. Beberapa ilmuan mencoba bernalar dengan mengungkapkan bahwa yang dilalaui Maryam disebut dengan proses Parthenogenese yakni proses membesarnya bayi dalam kandungan sang ibu di luar hukum alam manusia. Telur (ovum) dari ibunya tidak memerlukan bertemu dengan spermatozoa bapak untuk membentuk suatu embrio yang kemudian menjadi bayi. Namun siapa yang mengetahui kebenaran penelitian ini. Wallahualam Bishowab.



 Bagaimana Bisa Maryam yang Masih Perawan Lahirkan Nabi Isa? Inilah Penjelasan Al-Qur'an
Sumber: Infoyunik.com
Penjelasan tentang bagaimana proses kehamilan Maryam sendiri tertulis dalam Alquran QS. Maryam (19) ayat 16-21. Dimana prosesnya diawali dengan kedatangan Malaikat Jibril dalam wujud manusia yang sempurna menemui Maryam binti Imran ini.

(16) Dan ingatlah (yang tersebut) di dalam Kitab, dari hal Maryam. Ketika dia menjauhkan diri dari keluarganya ke sebuah tempat disebelah Timur.

(17) Maka dia adakan tabir yang akan melindunginya dari mereka, lalu Kami utuslah kepdanya Roh Kami, maka menjelmalah dia menyerupai manusia yang sebenamya.

(18) Berkatalah dia: Sesungguhnya berlindunglah aku kepada Tuhan Yang Maha Kasih dari pada engkau, jika adalah engkau seorang yang bertakwa.

(19) Dia pun menjawab: Saya ini tidak lain adalah Utusan dari Tuhan engkau, karena akan aku anugerahkan kepada engkau seorang anak laki-laki yang suci.

(20) Dia berkata: Betapa akan ada bagiku seorang anak laki•laki, padahal tidaklah pernah tersentuh diriku 0Ieh seorang laki-Iaki pun dan aku pun bukanlah seorang perempuan jahat.

(21) Menjawab dia; Memang demikianlah. Tuhan teIah menyabdakan: Yang begitu bagiKu adalah hal yang mudah, dan akan Kami jadikan dianya suatu ayat untuk manusia dan suatu rahmat, dan dianya adalah suatu perkara yang sudah diputuskan. (19) ayat 16-21

Siti Maryam merupakan anak keluarga beragama. Ayahnya bernama Imran yang merupakan keturunan Nabi Daud as dan Ibunya adalah seorang perempuan soleh. Ia kemudian diasuh oleh Nabi Zakarian yang menjadi Imam dan pemelihara Baitul Maqdis. Pada masa itu, Maryam adalah wanita pilihan Allah yang dilebihkan diatas seluruh perempuan di seluruh alam. Seperti dalam Q.S Ali Imran: 42.

Dan (ingatlah) ketika Malaikat
(Jibril) berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).  (QS: Ali Imran Ayat: 42)

Maryam berniat untuk meningkatkan ketaatannya dengan pergi ke sebelah Timur Baitul Maqdis, yakni ialah suatu kampung yang bernama Baitlaham (Bethlehem). Ia menyisihkan diri dari keluarga agar lebih tenang beribadat kepada Tuhan, sehingga dipasangnya tabir jangan sampai diganggu orang, sedang dia di waktu itu masih perawan. 

Saat berada di sana Allah SWT kemudian mengutus Jibril untuk menemuinya. Dalam ayat di atas Allah SWT menyebut bahwa Dia mengutus Roh kami, dan itu dimaksudkan untuk Jibril. Malaikat penyampai wahyu ini berwujud pemuda biasa menyerupai seorang laki-laki muda.

Lantas Maryam merasa terkejut dengan kedatangan laki-laki dihadapannya. Maryam berkata demikian menunjukkan bahwa tidaklah timbul prasangka bahwa orang muda itu jahat. Sebab pada wajahnya dan tingkah lakunya ketika masuk tidaklah terbayang tanda-tanda bahwa dia orang jahat.

Maksud kedatangannya telah diterangkannya sendiri. Atas suruhan Allah menyampaikan anugerah dari Tuhan, dia sendiri yang membawanya, yaitu seorang anak laki-laki. Sekain itu ini juga dijelaskan dalam surat Ali imran ayat 45:

“(Ingatlah) tatkala berkata malaikat: wahai Maryam! Sesungguhnya Allah memberitakan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (Firman) darinya yaitu seorang putra Namanya Al-Masih Isa Putra Maryam, seorang terkemukan di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah”. (Q.S Ali imran 45)

Tercenganglah Maryam mendengarkan perkataan Malaikat itu. Maryam percaya apa yang dia katakan, yaitu bahwa dia adalah utusan Allah. Sebab itu tidaklah dia akan berdusta. Tetapi dia tidak mengerti bagaimana dia seorang anak perawan akan diberi anak:

Dia berkata: Ya Tuhanku! Bagaimana jalannya aku akan beranak, padahal aku belum pernah disentuh manusia? Dia berkata: demikianlah Allah menjadikan apa yang Dia kehendaki. Apabila Dia telah menentu¬kan sesuatu, Dia berkata kepadanya: "Jadilah!" Maka diapun jadi (Q.S Ali imran 47)

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. (QS: Ali Imran Ayat: 59)

Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh) nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam. (Al-Anbiya: 91)

Lahirnya seorang anak laki-laki suci dari anak perawan suci Maryam itu kelak, bukanlah semata-mata tanda atau ayat guna menunjukkan Kemaha-kuasaan Allah, bahkan juga Rahmat. Sebab lahirnya itu kelak ialah membawa tugas, menjadi Rasul Allah:

Isa lalu lahir dan diberi mukjizat dari Allah SWT. Ajaran-ajaran kebenaran yang disampaikan Nabi Isa membuat Ia dibenci oleh Yahudi. Mereka mencoba membunuhnya namun tidak berhasil. Allah SWT  kemudian mengangkatnya ke langit dan akan mendatangkannya ke dunia sebelum hari kiamat.

“Dan karena ucapan mereka (orang-orang Yahudi): Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah. Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu.

Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (An-Nisa’: 157-158)

Sumber: Infoyunik.com

Subhanallah! Inilah Pahala Yang Akan Di Dapat Jika Berhubungan Suami Istri di Hari Jumat

Malam Jumat memang memiliki keutamaan
bagi pasutri yang hendak melakukan hubungan intim.


Akan tetapi, tidak selayaknya hal ini dijadikan olok-olok, ejekan, bahkan alasan untuk tidak melakukan hal baik lainnya seperti mengikuti kajian di masjid, dengan dalih melakukan "sunah Rasul di malam Jumat". 
Subhanallah! Inilah Keutamaan Berhubungan Suami Istri di Malam Jumat
Sumber: Ummi-online.com
Lebih-lebih jika dijadikan status sosial media, "Saya sudah melakukan sunah Rasul malam Jumat ini". Dengan maksud memposthukan telah melakukan hubungan intim dengan istrinya. Sungguh alangkah buruknya. 
Diriwayatkan dari Asma’ binti Yazid r.a, bahwa ia berada di majelis Rasulullah saw sementara kaum laki-laki dan wanita duduk di situ. 
Rasulullah berkata, “Barangkali seorang laki-laki menceritakan hubungan intim yang dilakukannya bersama istrinya? Barangkali seorang wanita menceritakan hubungan intim yang dilakukannya bersama suaminya?” 
 
 Orang-orang diam saja. Aku berkata, “Demi Allah, benar wahai Rasulullah. Sesungguhnya kaum wanita melakukan hal itu demikian juga kaum pria.”
Rasulullah bersabda: 
“Jangan lakukan! sesungguhnya hal itu seperti setan laki-laki yang bertemu dengan setan perempuan di jalan lalu keduanya bersetubuh sementara orang-orang melihatnya,” (HR Ahmad, hasan). 
Memang benar ada anjuran Rasulullah untuk melakukan hubungan suami istri di malam Jumat atau hari Jumat sebelum shalat Jumat, akan tetapi masih banyak sunah Rasul di malam Jumat lainnya, sehingga rasanya tidak pantas jika sunah Rasul di malam Jumat hanya diidentikkan dengan hubungan intim suami istri saja. 
"Barangsiapa (yang menggauli istrinya) sehingga mewajibkan mandi pada hari Jum’at kemudian diapun mandi, lalu bangun pagi dan berangkat (ke masjid) pagi-pagi, dia berjalan dan tidak berkendara, kemudian duduk dekat imam dan mendengarkan khutbah dengan seksama tanpa sendau gurau, niscaya ia mendapat pahala amal dari setiap langkahnya selama setahun, balasan puasa dan shalat malam harinya.” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad) 
Adapun apakah dilakukan malam Jum’at atau pagi Jum’at, secara khusus belum mendapatkan keterangan, hanya saja dalam hadits tersebut dikatakan yawm al jum’ah, yang berarti hari Jum’at, dan perhitungan hari dalam Islam itu sejak matahari terbenam. Sehingga baik “malam Jum’at” maupun “pagi Jum’at” itu masih terkategori “hari Jum’at”. 
Semoga kita dapat melaksanakan semua sunah-sunah Rasulullah di malam Jumat, tanpa menjadikannya bahan olok-olok alias ejekan yang mempersempit makna sunah Rasul itu sendiri.
Sumber: Ummi-online.com

Senin, 07 Maret 2016

SUBHANALLAH...!!! Karena Doa IniLAH, Umat Nabi Muhammad Tidak Akan Diazab ALLAH SWT

Tahukah Anda apa itu pengertian azab dalam Islam? Azab merupakan siksaan yang dihadapi oleh seluruh makhluk Tuhan termasuk manusia karena kesalahan yang pernah dibuat sebelumnya. Manusia memang tak luput dari kesalahan, karenanya umat Nabi Muhammad ini bahkan pernah layak mendapat azab.
Karena Doa Ini, Umat Nabi Muhammad Tidak Diazab
Sebagian besar dari kita pasti sudah tahu apa itu azab dalam Islam. Akan tetapi pernah juga karena doa ini, umat Nabi Muhammad tidak diazab, doa luar biasa apakah ini? Apakah dosa bersangkutan sulit dilakukan? Ulasan di bawah ini akan menjawab beberapa pertanyaan tersebut secara ringkas namun lengkap.
Di suatu kafilah dakwah dengan Sa’ad bin Abi, Nabi Muhammad SAW pernah melewati masjid yaitu Masjid Bani Muawiyah. Selanjutnya Rasulullah SAW masuk ke dalam masjid dan menunaikan shalat dua rakaat. Setelah shalat sunnah Tahiyyatul Masjid tersebut berakhir, beliau memanjatkan kembali doa kepada Allah Yang Maha Esa. Ternyata doa ini diriwayatkan oleh Imam Muslim, isinya yaitu permintaan Nabi Muhammad SAW agar umatnya bisa betul-betul terbebas dari azab yang dikirimkan Allah Sang Pencipta. Lebih lengkapnya, Rasulullah SAW menyatakan tiga permintaan yang ternyata selanjutnya dua permohonan dikabulkan sementara satu lainnya ditolak. Pertama, Nabi Muhammad SAW memohon agar umat beliau tidak dibinasakan dengan cara tenggelam. Kedua, Nabi Muhammad SAW memohon pada Allah Ta’ala agar umat beliau tak dibinasakan dengan cara kelaparan di musim kemarau. Dua permintaan ini dikabulkan Allah, namun sampailah Nabi Muhammad SAW ke permohonan terakhir. Isinya meminta agar tak ada keganasan terjadi antara manusia. Ternyata permohonan ini ditolak oleh Allah Yang Maha Kuasa. 
Dengan berpegang pada definisi azab, kita mungkin sudah tahu bahwa Allah Yang Maha pengasih pernah berfirman tentang azab. Hanya Allah yang memiliki kuasa mengirim azab kepada manusia, azab datangnya bisa dari atas atau bahkan kaki kita. Allah juga bisa membaurkan kita ke suatu golongan dan membiarkan golongan bersangkutan bersikap ganas pada kita. Intinya, azab akan menunjukkan kebesaran Allah yang luar biasa, kita sebagai manusia sudah pasti tak bisa menolaknya tanpa cara yang dipraktikkan Nabi Muhammad SAW. Jadi, selalu hati-hatilah dalam berbicara mapun bersikap.
Keganasan manusia yang tak dihentikan oleh Allah ini ternyata banyak terjadi di negara penuh dengan konfilk. Kita sendiri pasti pernah melihatnya di hadapan kita, baik dari pang paling sederhana sampai paling mengerikan sekalipun. Rupanya, ada suatu bangsa yang dipercaya oleh Allah untuk menimpakan azab pada kaum kafir, bangsa ini antara lain palestina dan kaum mujahid yang tersebar di berbagai daerah. Perlu diperhatikan bahwa azabnya tetap berasal dari Allah, namun eksekusi dilakukan oleh bangsa tertentu ini.
Di kisah yang beredar, bangsa yang terkena oleh azab ini adalah Bangsa Zionis dan bangsa penjajah lainnya. Rupanya, kaum Muslimin yang senantiasa percaya pada Allah SWT ini selalu meraup kemenangan, apalagi terhadap bangsa yang tidak mengenal azab menurut Islam. Untung saja Nabi Muhammad SAW masih peduli terhadap mereka semua dan kasih sayangnya membantu mereka terselamatkan dari azab. Ingin senantiasa terbebas dari azab Allah? Pastikan kita sebagai umat Islam selalu menuruti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ingatlah juga untuk menunaikan shalat sunnah Tahiyyatul Masjid yang diikuti dengan beberapa permintaan karena doa ini, umat Nabi Muhammad tidak diazab.
 
sumber : kumpulanmisteri.com

Sabtu, 05 Maret 2016

Beginilah Hukum Islam Menjelaskan Menikahi Wanita Penzina dan Tidak Perawan? silahkan Dibaca

Hukum Menikahi Wanita Tidak Perawan Karena Zina. Ketika malam pertama perkawinan anda menjumpai istri tidak perawan, apa respons anda? Marah dan kecewa itu pasti. Tapi tunggu dulu, adakalanya ketidakperawanan disebabkan oleh ketidaksengajaan seperti jatuh, olahraga, diperkosa. Tapi banyak juga disebabkan karena pernah berbuat zina dengan pacar atau siapapun. Bagaimana hukum pernikahan wanita pezina, apakah sah? Perlukah diulangi?



Ada dua kategori wanita yang tidak perawan, yaitu karena berstatus janda atau pernah berzina. Tapi yang kita bahas adalah makna yang kedua.
Apakah hukum dalam agama Islam menikah dengan wanita yang pernah berzina atau sudah tidak perawan lagi akibat pergaulan bebas?

Sebagai orang beriman, jangan menganggap ringan dosa dari perbuatan zina. Jaga diri dan keluarga agar tidak jatuh kepada dosa tersebut. Dan, bagi mereka yang pernah jatuh dan khilaf melakukan dosa besar itu, segeralah bertaubat kepada Allah. Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum menikah dengan pezina sebelum bertaubat.


Jumhur ulama dari Mazhab Hanafi, Maliki, dan Syafii berpendapat, boleh menikah dengan pezina sebelum dia bertaubat, tapi hukumnya makruh. Sedangkan Mazhab Hambali berpendapat, haram hukumnya menikahi pezina sebelum ia bertobat.

"Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang Mukmin." (QS an-Nur [24]: 3). Jumhur ulama mengatakan, yang dimaksud kata nikah dalam ayat di atas adalah zina itu sendiri.

Ini berarti, seorang pezina tidak akan berzina kecuali dengan pezina seperti dirinya atau orang musyrik. Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, ayat ini merupakan kabar dari Allah, seorang pezina tidak akan berzina kecuali dengan pezina atau orang musyrik. Dalam artian, tidak akan ada yang mau mengikuti kemauannya untuk berzina kecuali pezina.

Ada juga yang berpendapat, ayat ini mansukh atau dihapus hukumnya oleh ayat 32 Surah an-Nur. ‘’Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian di antara kamu.’’ (QS an-Nur [24]: 32). Ayat ini tidak membedakan orang yang sendirian itu, apakah sudah pernah berzina atau belum. Sehingga orang yang pernah berzina, baik laki-laki maupun perempuan, termasuk golongan orang  sendirian yang diperintahkan untuk dinikahkan.

Tetapi perlu dipahami, larangan untuk menikahi pezina itu adalah jika zinanya itu diketahui umum atau orang yang ingin menikah dengannya itu tahu ia pernah berzina dan belum bertaubat. Sedangkan jika orang yang menikah itu tidak tahu orang yang ingin dinikahinya pernah berzina, nikahnya sah.

Selama orang yang menikah dengan orang yang pernah berzina itu, baik laki-laki maupun perempuan, tidak mengetahui pasangannya itu pernah berzina maka nikahnya sah. Begitu juga, jika diketahui orang yang pernah berzina itu telah bertobat dan kembali ke jalan Allah, boleh dan sah menikah dengannya.

Sedangkan bagi laki-laki dan perempuan yang pernah berzina, maka setelah bertaubat hendaklah ia menutupi aib yang pernah dia lakukan dan tidak memberitahukannya kepada pasangannya karena Allah telah menutupi aibnya. Adapun bagi perantara, jika ia mengetahui orang yang pernah berzina itu sudah bertaubat, hendaknya ia tidak memberitahukan kepada pasangannya.

Kami memohon taufiq bagi semuanya. Demikian Wallahu A’lam.

Sumber: 
- fatihsyuhud.net
- republika.co.id

Jumat, 04 Maret 2016

Indahnya Malam Pertama Seperti Yang Di Contohkan Rosulullah SAW…Bagaimana Caranya?

Menjadi pasangan pengantin baru merupakan kebahagian tersendiri bagi kedua mempelai. Rasa bahagia itu begitu menyentuh qalbu yang paling dalam, hati seakan tak mampu menampung rasa bahagia yang telah meluap memenuhi relung hati. 

Namun begitu, kebahagian menjadi pengantin baru akan terasa lebih sempurna tatkala telah melewati kebersamaan dimalam pertama dengan penuh cinta. Malam dimana seseorang bisa menyalurkan hasratnya melalui jalan yang diridhai Allah. Sehingga, dengannya tak sekedar kenikmatan yang diperoleh tapi juga pahala dapat diraih. Nilai pahala akan lebih bertambah seiring bertambahnya rasa kasih dan sayang antara kedua mempelai manakala berhias dengan adab-adab saat menuju peraduan cinta, sebagaimana yang dituntunkan Nabi shallallahu a’laihi wasallam sebagai pembawa syariat Islam yang sempurna.

Diantara adab-adabnya adalah sebagai berikut :
  1. Sebelum bermalam pertama, sangat disukai untuk memperindah diri masing-masing dengan berhias, memakai wewangian, serta bersiwak.
  • Berdasarkan sebuah hadits dari Asma’ binti Yasid radhiyallaahu ‘anha ia menuturkan, “Aku merias Aisyah untuk Rasulullah shallallahu a’laihi wasallam. Setelah selesai, aku pun memanggil Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau pun duduk di sisi Aisyah. Kemudian diberikan kepada beliau segelas susu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminum susu tersebut dan menyerahkannya pada Aisyah. Aisyah menundukkan kepalanya karena malu. Maka segeralah aku menyuruhnya untuk mengambil gelas tersebut dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” [HR Ahmad, sanad hadits ini dikuatkan oleh Al-Allamah Al-Muhadits Al-Albani  dalam Adabul Zifaf].
  • Adapun disunnahkannya bersiwak, karena adab yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau selalu bersiwak setiap setiap hendak masuk rumah sebagaimana disebutkan oleh Aisyah radhiyallaahu ‘anha dalam Shahih Muslim. Selain itu akan sangat baik pula jika disertai dengan mempercantik kamar pengantin sehingga menjadi sempurnalah sebab-sebab yang memunculkan kecintaan dan suasana romantis pada saat itu.
  1. Hendaknya suami meletakkan tangannya pada ubun-ubun istrinya seraya mendoakan kebaikan dengan doa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ajarkan :

اللّهمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari kebaikannya (istri) dan kebaikan tabiatnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan tabiatnya.”[HR. Bukhari dari sahabat Abdullah bin Amr bin Al Ash radhiyallaahu ‘anhu].

Disunnahkan bagi keduanya untuk melakukan shalat dua rakaat bersama-sama.Syaikh Al Albani dalam Adabuz Zifaf menyebutkan dua atsar yang salah satunya diriwayatkan oleh Abu Bakr Ibnu Abi Syaiban dalam Al-Mushannaf dari sahabat Abu Sa’id, bekat budak sahabat Abu Usaid, beliau mengisahkan bahwa semasa masih menjadi budak ia pernah melangsungkan pernikahan. Ia mengundang beberapa sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, diantaranya Abdullah bin Mas’ud, Abu Dzarr, dan Hudzaifah.

Abu Sa’id mengatakan, “Mereka pun membimbingku, mengatakan, ‘Apabila istrimu masuk menemuimu maka shalatlah dua rakaat. Mintalah perlindungan kepada Allah dan berlindunglah kepada-Nya dari kejelekan istrimu. Setelah itu urusannya terserah engkau dan istrimu. “Dalam riwayat Atsar yang lain Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu mengatakan, perintahkan isrtimu shalat dibelakangmu.”
Ketika menjumpai istri, hendaknya seorang suami berprilaku santun kepada istrinya semisal dengan memberikan segelas minuman atau  yang lainnya sebagimana dalam hadits di atas, bisa juga dengan menyerahkan maharnya.Selain itu hendaknya si suami untuk bertutur kata yang lembut yang menggambarkan kebahagiaannya atas pernikahan ini. Sehingga hilanglah perasaan cemas, takut, atau asing yang menghinggapi hati istrinya. Dengan kelembutan dalam ucapan dan perbuatan akan bersemi keakraban da keharmonisan di antara keduanya.

Apabila seorang suami ingin menggauli istrinya, janganlah ia terburu-buru sampai keadaan istrinya benar-benar siap, baik secara fisik, maupun secara psikis, yaitu istri sudah sepenuhnya menerima keberadaan suami sebagai bagian dari dirinya, bukan orang lain. Begitu pula ketika suami telah menyelesaikan hajatnya, jangan pula dirinya terburu-buru meninggalkan istrinya sampai terpenuhi hajat istrinya. Artinya, seorang suami harus memperhatikan keadaan, perasaan, dan keinginan istri. Kebahagian yang hendak ia raih, ia upayakan pula bisa dirasakan oleh istrinya.

Bagi suami yang akan menjima’i istri hanya diperbolehkan ketika istri hanya diperbolehkan ketika istri tidak dalam keadaan haid dan pada tempatnya saja, yaitu kemaluan. Adapun arah dan caranya terserah yang dia sukai. Allah berfirman yang artinya, “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, “Haid itu adalah suatu kotoran.” Oleh sebab itu hendaklah kalian menjauhi (tidak menjima’i) wanita diwaktu haid, dan janganlah kalian mendekati (menjima’i) mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu pada tempat yang diperintahkan Allah kepad kalian (kemaluan saja). Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang mensucikan diri. Istri-istri kalian adalah (seperti) tanah tempat kalian bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat itu bagaimana saja kalian kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk diri kalian, bertakwalah kepada Allah, ketahuilah bahwa kalian kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman.” [Q.S. Al Baqarah: 222-223].
 
Ingat, diharamkan melalui dubur. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya, “Barang siapa yang menggauli istrinya ketika sedang haid atau melalui duburnya, maka ia telah kufur dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad.” [HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan yang lainnya, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud]. Kata ‘kufur’ dalam hadits ini menunjukkan betapa besarnya dosa orang yang melakukan hal ini. Meskipun, kata para ulama, ‘kufur’ yang dimaksud dalam hadits ini adalah kufur kecil yang belum mengeluarkan pelakunya dari Islam.
  1. Telah kita ketahui bersama bahwa syaitan selalu menyertai, mengintai untuk berusaha menjerumuskan Bani Adam dalam setiap keadaan. Begitu pula saat jima’, kecuali apabila dia senantiasa berdzikir kepada Allah. Maka hendaknya berdo’a sebelum melakukan jima’ agar hal tersebut menjadi sebab kebaikan dan keberkahan. Do’a yang diajarkan adalah:

بِسْمِ اللهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari syaithan dan jauhkanlah syaithan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami.”[HR. Al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallaahu ‘anhu]. Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa seandainya Allah mengkaruniakan anak, maka syaithan tidak akan bisa memudharati anak tersebut. Al Qadhi menjelaskan maksudnya adalah syaithan tidak akan bias mearsukinya. Sebagaimana dinukilkan dari Al Minhaj.

Diperbolehkan bagi suami dan istri untuk saling melihat aurat satu sama lain.Diperbolehkan pula mandi bersama. Dari Aisyah radhiyallaahu ‘anha berkata, “Aku pernah mandi bersama Rasulullah dalam satu bejana dan kami berdua dalam keadaan junub.” [HR. Al Bukhari dan Muslim.]
Diwajibkan bagi suami istri yang telah bersenggama untuk mandi apabila hendak shalat. Waktu mandi boleh ketika sebelum tidur atau setelah tidur. Namun apabila dalam mengakhirkan mandi maka disunnahkan terlebih dahulu wudhu sebelum tidur. Berdasarkan hadits Abdullah bin Qais, ia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Aisyah, ‘Apa yang dilakukan Nabi ketika junub? Apakah beliau mandi sebelum tidur ataukah tidur sebelum mandi?’ Aisyah menjawab, ‘Semua itu pernah dilakukan Rasulullah. Terkadang beliau mandi dahulu kemudian tidur dan terkadang pula beliau hanya wudhu kemudian tidur.”[HR. Ahmad dalam Al Musnad]
 
Tidak boleh menyebarkan rahasia ranjang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya diantara manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang mendatangi istrinya dan istrinya memberikan kepuasan kepadanya, kemudian ia menyebarkan rahasianya.” [HR. Muslim dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiyallaahu ‘anhu]
 
Dari poin-poin yang telah dijelaskan nampaklah betapa agungnya kesempurnaan syariat Islam dalam mengatur semua sisi kehidupan ini. Sehingga pada setiap gerak hamba ada nilai ibadah yang bisa direngkuh pahalanya. Tidak sekedar aktivitas rutin tanpa faedah, tak semua pemenuhan kebutuhan tanpa hikmah. Oleh sebab itu tak ada yang sia-sia dalam mengikuti aturan Ilahi  dan meneladani sunnah Nabi. Semuanya memiliki makna serta mengandung kemaslahatan, karena datangnya dari Allah Dzat Yang Maha Tinggi Ilmu-Nya lagi Maha sempurna Hikmah-Nya. Maka dari itu syariat yang Allah turunkan selaras dengan fitrah hamba-Nya sebagai manusia, sebagimana disyariatkan pernikahan.

Kesempurnaan syariat Islam ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Allah terhadap hamba-Nya melebihi perhatian hamba terhadap dirinya sendiri. Oleh karenanya, hendaklah setiap hamba tetap berada di atas fitrah tersebut di atas agama allah agar dirinya selalu berada di atas jalan yang lurus, “(Tetaplah di atas fitrah) yang Allahtelah menciptakan manusia menurut fitrah itu.” [QS. Ar Rum: 30]. Allahu a’lam.
(akhwatindonesia)

Apakah diperbolehkan dalam islam seorang suami memaksa istrinya sendiri untuk melayani kebutuhan sahwatnya?

Apakah diperbolehkan seorang suami memaksa istrinya sendiri utk melayani kebutuhan sahwatnya?

Ya boleh atuh kalau isteri menolak, itu yg tidak boleh. Sesibuk apapun, secape apapun isteri, kalau suami meminta, ya harus mau dilyani..


Jadi.. Saudariku, suami yang selalu mengajak istrinya untuk berhubungan menunjukkan bahwa dia sayang kepada istrinya. Kebutuhan suami terhadap istri memang sangat besar, sehingga hendaknya Saudari menyadari hal itu.

Apalagi, wanita yang usianya masih muda setiap bulannya ada waktu haid, dan setelah melahirkan pun sang wanita membutuhkan “cuti” dari suaminya selama kurang lebih 40 hari karena syariat Islam melarang suami menggauli istrinya dalam kondisi tersebut. Belum lagi bila istri sakit atau ada uzur lain, dan juga suami yang sering keluar rumah karena mencari nafkah dan sebab-sebab yang lainnya.

Jika Saudari menolak permintaannya karena capek atau mengantuk, sedangkan suami hanya punya satu istri, maka kesalahan ada di pihak isri, karena suami tidak boleh melampiaskan kesenangannya kecuali kepada istri atau budaknya, sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Mukminun ayat 6.

Selanjutnya, bagaimana seharusnya istri bila diajak oleh suaminya? Perhatikan hadits di bawah ini.

Dari Thalqu bin Ali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إِذَا الرَّجُلُ دَعَا زَوْجَتَهُ فَلْتَأْتِهِ وَ إِنْ كَانَتْ عَلَى التَّنُّوْرِ
 “Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk berkumpul hendaknya wanita itu mendatanginya sekalipun dia berada di dapur.” (HR. Tirmidzi: 4/387; dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib: 2/199)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا الرَّجُلُ لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُوْمَ وَ زَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ
“Tidak halal bagi wanita untuk berpuasa (sunnah) sedangkan suaminya berada di rumah, kecuali dengan izinnya.” (HR. Bukhari: 16/199)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا دَعَا الرَّجُلُ اِمْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا اَلْمَلآئِكَةُ حَتىَّ تُصْبِحَ
“Apabila suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya lalu istri enggan sehingga suami marah pada malam harinya, malaikat melaknat sang istri sampai waktu subuh.” (HR. Bukhari: 11/14)

Namun harus disadari oleh para suami bahwa Istri Bukanlah Budak S*ks
Jangan sekali-kali menganggap pasangan Anda adalah budak seks yang bisa diatur kapan saja. Penolakan istri dalam berhubungan intim biasanya dengan alasan, lelah, capek, sedang tidak mood, bad mood, sedang banyak masalah, dan lain sebagainya justeru hanya akan menambah ketidakpuasan pada dirimu.
Sumber : fastabiqmedia