Tampilkan postingan dengan label aneh tapi nyata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aneh tapi nyata. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Maret 2016

Beginilah Kisah Nabi Yusuf A.s Yang Digoda Oleh Zulaikha Untuk Berzinah

Allah Ta’ala menyebutkan kisah Yusuf bin Ya’qub ‘alaihissalam dalam satu surat lengkap yang di dalamnya terdapat banyak faidah dan pelajaran yang jumlahnya lebih dari 1000 buah. Nabi yang mulia ini diuji dengan ujian yang sangat berat, tetapi beliau bersabar. Demikianlah keadaan orang-orang shalih. Akhirnya ujian itu berubah menjadi anugerah. Berikut ini kisahnya:
 
Ibu Yusuf  ‘alaihissalam bernama Rahil. Yusuf memiliki sebelas saudara. Ayahnya sangat mencintai Yusuf , maka kedengkian mulai menjalar di hati saudara-saudaranya; karena mereka adalah satu kelompok, satu jamaah, namun sang ayah begitu mencintai Yusuf dan saudaranya, Bunyamin. Apa yang terjadi selanjutnya?
Mereka meminta kepada sang ayah agar dia mengizinkan saudara mereka, Yusuf, untuk pergi bersama mereka. Mereka memperlihatkan keinginan agar Yusuf ikut menggembala bersama mereka, padahal mereka menyembunyikan sesuatu darinya, yang hanya Allah lah Yang mengetahuinya. Maka mereka pun mengajak Yusuf, lalu mereka melemparkannya ke dalam sumur. Kemudian datanglah rombongan musafir. Mereka menurunkan timba (ke dalam sumur) dan Yusuf pun menggayut padanya. Kemudian mereka menjual Yusuf kepada seorang pembesar di Mesir yang bergelar al-Aziz [1], dan al-Aziz pun membelinya hanya dengan beberapa dirham.[2] Lalu apa yang terjadi selanjutnya? Allah Ta’ala berfirman,
Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, ‘Marilah ke sini.’ Yusuf berkata, ‘Aku berlindung kepada Allah, Sesungguhnya tuanku telah memperlakukanku dengan baik.’ Sesungguhnya orang-orang yang zhalim tidak akan beruntung. Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Rabbnya. Demikianlah, agar Kami memalingkan kemungkaran dan kekejian darinya. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” (Yusuf: 23-24).
Allah menyebutkan godaan istri al-Aziz kepada Yusuf dan permintaannya kepada Yusuf sesuatu yang tidak pantas dengan keadaan dan kedudukannya. Yakni wanita itu berada di puncak kecantikan, kejelitaan, kedudukannya, dan amat masih muda. Ia menutup semua pintu untuk mereka berdua. Ia telah siap untuk menyerahkan dirinya, berhias, dan mengenakan pakaiannya yang paling indah dan mewah; padahal bersama semua ini, ia adalah seorang istri menteri.
Sedangkan Yusuf kala itu adalah seorang pemuda tampan, elok, muda, diinginkan (oleh para wanita), masih perjaka, dan tidak ada yang bisa menggantikannya. Ia jauh dari keluarga dan kampung halamannya. Sedangkan orang yang tinggal di tengah-tengah keluarga dan sahabatnya tentu akan malu jika mereka mengetahui perbuatan kejinya, sehingga akan jatuhlah kehormatannya dalam pandangan mereka. Tetapi, jika ia berada di negeri asing, maka kendala itu sirna. Apalagi wanita itu sendiri yang meminta, sehingga menjadi hilanglah kendala yang biasa menghinggapi laki-laki; permintaannya, dan rasa takutnya untuk ditolak. Dan wanita itu berada dalam kekuasaan dan rumahnya sendiri, sehingga ia tahu persis kapan waktu yang tepat, dan di tempat mana yang tak ada seorang pun bisa melihat. Namun bersama ini semua, Yusuf ‘alaihissalam justru menjaga diri dari perbuatan haram, dan Allah menjaganya dari perbuatan keji, karena dia adalah keturunan para nabi. Allah menjaganya dari tipu daya dan rencana jahat para wanita. Dan Allah pun menggantinya dengan memberinya kekuasaan di negeri Mesir, ia bebas pergi ke mana saja yang ia kehendaki di negeri Mesir itu, dan memberinya kerajaan. Lalu wanita itu (Zulaikha) datang kepadanya dengan merendahkan diri, meminta dan mengiba agar dinikahinya secara halal, maka Yusuf pun menikahinya. Ketika malam pertama, Yusuf berkata kepadanya, “Ini lebih baik daripada apa yang dulu engkau inginkan.”[3]
Wahai orang Muslim, renungkanlah bagaimana setelah ia meninggalkan yang haram, Allah lalu menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik daripadanya. Oleh karena itu, Yusuf adalah penghulu dari tujuh (golongan) para tokoh yang mulia dan bertakwa yang disebutkan dalam ash-Shahihain dari penutup para nabi dari sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berasal dari Tuhan langit dan bumi,
“Ada tujuh (golongan) yang Allah menaungi mereka dalam naunganNya, pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naunganNya, (yaitu): (Pertama), pemimpin yang adil, (kedua), laki-laki yang mengingat Allah secara menyendiri kemudian air matanya mengalir, (ketiga), laki-laki yang hatinya tertambat dengan masjid saat ia keluar darinya sampai la kembali kepadanya, (keempat), dua orang yang saling mencintai karena Allah, mereka berkumpul dan berpisah karenaNya, (kelima), laki-laki yang bersedekah dengan suatu sedekah, lalu dia menyembunyikan sedekahnya, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, (keenam), pemuda yang tumbuh (dengan senantiasa) beribadah kepada Allah, dan (ketujuh), laki-laki yang diajak (berzina) oleh wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan, (tetapi) ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’. “
Foot Note:
[1] AI-Aziz adalah gelar bagi salah seorang menteri di kerajaan Mesir saat itu. Ia bernama Qithfir, ada juga yang mengatakan Ithfir bin Ruhaib, dan ada juga yang mengatakan Malik bin bin Da’r bin Buwaib bin Unuqa bin Madyan bin Ibrahim. Wallahu A’lam. Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 4/378. Ed. T.
[2] Inilah ringkasan kisah Nabi yang mulia tersebut. Barangsiapa yang ingin mengetahuinya secara lengkap, maka hendaklah dia membaca Surat Yusuf dengan penuh penghayatan, lalu merujuk kepada tafsir bil ma’tsur yang mana saja, khususnya Ibnu Katsir, dalam Tafsir dan Tarikhnya. Wallahu al’am.
[3] Pernikahan Nabi Yusuf ‘alaihissalam dengan Zulaikha ini terjadi setelah suami Zulaikha, al-Aziz meninggal dunia. Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 4/396. Ed.T.)
Sumber: Kisah-Kisah Nyata, IBrahim bin Abdullah al-Hazimi, Pustaka Darul Haq. Dipublikasikan ulang oleh kisahislam.net

Mengerikan...!!! Film Porno Dari Kuburan Sebuah Kisah Nyata Jangan Lupa Di Share/bagikan

Masalah pornografi di zaman sekarang sudah terlampau parah. Orang-orang dapat dengan mudahnya mengakses pornografi dari ponsel atau dari internet. Demi Allah, merupakan kewajiban kita untuk menjauhkan diri dari perbuatan maksiat. Kita harus mengisi hari-hari kita dengan hal yang bermanfaat. Saya ingin menceritakan sebuah kisah nyata yang membuat saya sedih ketika mendengarnya. Kisah ini saya dengar dari ceramah di YouTube yang diceritakan oleh Mufti Ismail Menk.
 
Ada anak laki-laki di salah satu negara di jazirah Arab. Anak itu mempunyai kebiasaan buruk. Dia kecanduan pornografi. Pada suatu hari, dengan membayar menggunakan kartu kreditnya, dia berlangganan email mingguan berisi video dan foto-foto gadis-gadis telanjang dari salah satu situs porno. Sebagian temannya meminta kepadanya “Kami tidak ingin membayar untuk mendapatkan foto-foto dan video itu, jadi ketika emailnya sampai kepadamu, tolong kirimkan juga pada kami.” Kebetulan dia mempunyai grup berisi begitu banyak teman di ponselnya.  Jadi dia terbiasa mengirim email berisi gambar porno tersebut kepada teman-temannya setiap minggu.

Karena harus mengirim emailnya setiap minggu, lama-kelamaan dia pun lelah melakukannya. Jadi dia memutuskan menggunakan auto-forward pada emailnya. Auto-forward berarti emailnya akan terkirim secara otomatis secara tiap minggunya.
Bulan demi bulan pun berlalu. Pada suatu hari, dia bepergian bersama teman-temannya dalam suatu perjalanan wisata. Dan dalam perjalanan itu mobilnya mengalami kecelakaan. Dia pun meninggal dunia dalam kecelakaan itu, sementara beberapa temannya yang ikut menumpang berhasil selamat dari kecelakaan.
Seketika kabar duka pun tersebar, dan teman-temannya yang lain begitu terpukul mendengar kabar kematian teman mereka. Beberapa hari kemudian ketika teman-temannya berkumpul di rumahnya, mereka terus menangis seiring mereka bercerita kepada seorang syekh yang hadir. Mereka berkata “Syekh, setiap minggu kami mendapatkan email auto-forward berisi video dan gambar-gambar pornografi dari teman kami ini, sedangkan sekarang dia sudah ada di kuburnya (sudah meninggal).”
Allahuakbar! Ambillah pelajaran dari kisah ini! Apakah kita ingin hal ini terjadi pada kita? Pemuda itu sudah meninggal, tapi karena dia melakukan auto-forward, maka email porno itu secara otomatis terus berdatangan kepada teman-temannya. Mereka sampai harus menelusuri kembali ke servernya. Dan butuh waktu sangat lama sampai akhirnya email tersebut diputus, karena mereka harus menunggu sampai langganan emailnya kadaluarsa.
Mereka semua menangis ketika menceritakan kisah ini kepada syekh tadi. Mereka semua mendapat pelajaran yang berharga. Mudah-mudahan Allah mengampuni si pemuda karena teman-temannya berhenti menonton pornografi setelah mendapat hikmah dari peristiwa ini. Semoga Allah s.w.t dapat mengampuninya.
Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah ini. Jika kita meninggal sementara kita terbiasa melakukan hal yang buruk, hal itu akan menjadi sangat memalukan bagi kita. Maka jadilah orang yang taat kepada Allah dalam menjalani hidup.

Selasa, 15 Maret 2016

Saat Dilamar, Anak Gadisnya Ternyata Sudah Tak Suci Lagi

Seorang pemuda yang komitmen beragama maju untuk menikah. Dia mulai mencari calon pasangan perempuan. Syarat satu-satunya adalah agar dia seorang wanita yang komitmen, berakhlak, dan kuat agama. Dan setelah melalui pencarian, kini dia telah menemukan gadis tersebut, sebagaimana ciri-ciri yang diinginkan.



Setelah melamar, dan ketika ia telah bersiap-siap untuk menikah, tiba-tiba calon mempelai perempuan menolak dan mengatakan bahwa dia tidak ingin menikah. Keluarganya terheran melihat keputusannya yang mengagetkan, setelah sebelumnya memberikan kesanggupan. Pemuda itu meminta sang gadis untuk menjelaskan penolakannya, namun justru ia membawakan alasan-alasan yang lemah. Setelah itu, perkaranya ditangani oleh ibunya yang merasa sangat sedih dengan keputusan ini. Terlebih, pemuda itu terkenal dengan bagus akhlak dan budi pekertinya.

Setelah sang ibu mendesaknya, dia (calon mempelai perempuan tersebut) berkata kepada ibunya, “Sesungguhnya Allah Maha menutupi (dosa hamba-hamba-Nya), dan Dia telah menutupiku. Tinggalkanlah aku dan urusanku…” Di hadapan desakan sang ibu yang sangat bingung dengan perkara itu, dia berterus terang kepada sang ibu bahwa dirinya telah kehilangan kehormatannya, namun dia telah bertaubat. Dan bahwa peristiwa itulah yang menyebabkan sikap komitmennya terhadap agamanya, sekaligus sebab penolakannya untuk menikah. Ia meminta ibunya agar merahasiakan perkara itu, dan bahwa ia akan menebus sebab kesalahannya. Ibunya memikirkan perkara itu dan berkata, “Putriku! Selama kamu telah bertaubat kepada Allah, sedang Allah menerima taubat hamba-hamba-Nya dan memaafkan banyak dosa, maka biarkan aku meminta pendapat pemuda itu, barangkali ia akan menerima atau menutupinya…”
Setelah melalui musyawarah dan diskusi yang panjang, gadis itu pun menerima usulan itu. Sang ibu pun pergi, tidak tahu entah bagaimana akan membuka berita buruk ini kepada sang calon pengantin. Setelah sempat bimbang, tidak lama kemudian ia meminta supaya pemuda itu menemuinya.

Ketika pemuda itu datang, ia membuka permasalahan itu kepadanya dan meminta pendapatnya. Ia menceritakan bahwa putrinya menjadi komitmen terhadap agama setelah perbuatan itu dan telah bertaubat kepada Allah, inilah sebab penolakannya untuk menikah…

Pemuda itu berpikir sejenak, kemudian berkata kepadanya, “Saya sepakat untuk menikah dengannya selama ia telah bertaubat dan kembali kepada Allah dan istiqamah. Dahulu sebelum komitmenku terhadap agama, aku sendiri berada dalam kemaksiatan dan kemungkaran. Sementara kita tidak tahu siapakah yang diterima taubatnya di sisi Allah.”
Wajah sang ibu itu berseri mendengar berita gembira ini dan segera pergi menemui putrinya dengan penuh suka cita, dan dalam waktu yang bersamaan ia merasa takjub dengan sikap ksatria dan keputusan baik pemuda itu, lalu memberitahukan kabar gembira itu kepada putrinya. Dan pernikahan pun terlaksana.
Ketika bertemu, sang wanita banyak menangis. Sementara bahasa isyaratnya mengatakan, “Betapa engkau laki-laki cerdas. Aku akan menjadi istri yang taat bagimu.” Dan Allah pun mempertemukan mereka berdua dengan kebaikan.

Sumber: 90 Kisah Malam Pertama karya Abdul Muththalib Hamd Utsman, edisi terjemah cet. Pustaka Darul Haq Jakarta, alsofwah.or.id

Kisah Pilu Pelaku Tabrak Lari, Korban Tewas Ternyata Ibunya Sendiri

Ini kisah pilu yang dialami oleh pelaku tabrak lari di Kota Daye, Provinsi Hubei, China. Tindakan mengabaikan itu berujung kepedihan, karena korban yang ditabrak hingga meninggal itu ternyata adalah ibu kandungnya sendiri.



Xiong Ku, nama pemotor yang melakukan tabrak lari itu. Beberapa hari silam, Xiong menabrak dua perempuan di jalanan. Putranya, yang berusia 10 tahun, berniat menelepon polisi setelah insiden itu. Namun Xiong melarang. Dia malah menyuruh sang anak segera naik dan kemudian kabur dari lokasi.

Beberapa hari setelah insiden itu, polisi mengontaknya. Xiong langsung tahu maksud polisi. Telepon itu pasti soal kecelakaan malam itu. Demikian pikir pria berusia 45 tahun tersebut. Dan Xiong bersiap menanggung risiko.

Namun dugaan itu keliru. Polisi yang menelepon itu tak menyinggung sama sekali soal tindakan tabrak lari yang dia lakukan. Polisi itu mengabarkan bahwa ibunda Xiong tewas akibat insiden tabrak lari.

Dalam percakapan itu, polisi membeberkan kronologi kecelakaan yang dialami ibu Xiong. Penjelasan itulah yang membuatnya sadar bahwa perempuan yang ditabraknya tempo hari adalah sang ibu. Dan keesokan harinya, Xiong menyerahkan diri.

Juru Bicara kepolisian setempat, Jian Hu, mengatakan, saat kecelakaan itu Xiong tengah dalam perjalanan pulang dari kunjungan ke rumah mertuanya. Saat itu, Xiong yang membonceng putranya melaju dengan kencang. Sudah begitu, dia tak menyalakan lampu. Sehingga menabrak dua perempuan itu, yang satu di antaranya adalah sang bunda.

"Dalam keadaan panik, Xiong meraih anaknya, yang mencoba untuk membantu dua korban, dan kembali ke sepedanya sebelum melaju dari lokasi kecelakaan," kata Jian Hu sebagaimana dikutip dari mirror.co.uk.

Saat tim penyelamat tiba di lokasi, mereka menemukan bahwa salah satu dari dua perempuan tua itu, yang tak lain adalah ibu Xion, telah tewas. Polisi yang menangani kasus itu sempat kesulitan menemukan pelaku tabrak lari itu. Mereka menyebar poster dan menawarkan hadiah untuk warga yang bisa memberikan informasi.

Namun, akhirnya polisi tak perlu susah-susah melakukan pencarian. Sebab, setelah mendapat kabar itu, Xiong kemudian menyerahkan diri dan mengaku bahwa dialah yang menjadi pelaku tabrak lari tersebut.
(cerminan.com)

Ingin Dicemburui Suami? Katakan 3 Hal ini! Sangat Mengejutkann...!!!

Ada beberapa curhatan yang masuk dari para istri yang mengatakan kekecewaan, kesedihan, serta perasaan tidak berharga karena telah bertahun-tahun mengarungi rumah tangga, tidak pernah merasa sekali pun dicemburui oleh suaminya.


Dari kalangan ibu rumah tangga menyatakan, suaminya tidak cemburu karena memang sang istri sehari semalam kerjanya hanya mengurus anak di rumah, tidak bertemu dengan seorang lelaki pun. Jadi, apa yang perlu dicemburui?

Lain lagi dari kalangan wanita pekerja, suaminya tidak cemburu karena beralasan percaya sepenuhnya pada sang istri, bahwasanya sang istri tidak akan berpaling hatinya pada pria lain. Sehingga, walaupun istri bersolek ke kantor, atau bercanda tawa dengan teman-teman laki-laki maupun perempuan, suami tetap tidak merasakan kecemburuan.

Berbeda dengan laki-laki, para perempuan menilai cinta dalam kerangka emosional (perhatian, cembur, romantisme), sedangkan laki-laki lebih mengekspresikan cinta pada tataran fisik (berhubungan intim, sentuhan).
Para suami perlu menyadari bahwa tidak adanya rasa cemburu adalah bahaya besar dalam rumah tangga, alasannya sebagai berikut:

1. Tidak akan masuk surga, seseorang yang tidak punya rasa cemburu
Sabda Rasulullah saw: “Tiga golongan yang tidak bakal masuk surga: orang yang durhaka terhadap bapak ibunya, Duyuts (Orang yang tidak mempunyai rasa cemburu), dan perempuan yang menyerupai laki-laki.” ( HR. Nasai dan Hakim).
Memang haruslah demikian agar seorang mukmin mempunya sifat dan berperangai ilahiyah dan nabawiyah ini. Adapun orang yang tidak mempunyai rasa cemburu, dia tidak dapat menjaga kehormatan Istrinya. Ia acuh tak acuh ketika mendapatkan istrinya bersolek dan memakai parfum ketika akan pergi ketempat umum, memamerkan rambutnya, memperlihatkan tubuhnya/ auratnya, dan berbicara dengan dibuat-buat agar menarik perhatian.
2. Ciri lelaki beriman/ shaleh adalah memiliki rasa cemburu
Sabda rasulullah saw dari Abu Hurairah: “Allah itu pencemburu dan seorang mukmin juga pencemburu, Kecemburuan Allah itu bila ada seorang hamba datang kepada-Nya dengan perbuatan yang diharamkan-Nya. (HR. Bukhari)
Dari Ibnu Mas’ud ra. Berkata, Sa’d bin Ubadah berkata, “Kalau ketahuan ada seorang lelaki bersama istri saya, akan saya potong lehernya dengan pedang sebagai sangsinya.” Bersabda rasulillah saw.: ” Herankah kalian dengan cemburunya Sa’ad itu? Ketahuilah bahwa saya lebih cemburu dari padanya. Demi Allah saya cemburu karena kecemburuan Allah terhadap perbuatan keji, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi” (HR. Bukhari)

3. Cemburu adalah proteksi untuk rumah tangga
Imam Ibn Qayyim pula berkata:
“Sesungguhnya asal dalam agama adalah perlunya rasa keberatan (protektif) atau kecemburuan ( terhadap ahli keluarga) , dan barangsiapa yang tiada perasaan ini maka itulah tanda tiada agama dalam dirinya, kerana perasaan cemburu ini menjaga hati dan menjaga anggota sehingga terjauh dari kejahatan dan perkara keji, tanpanya hati akan mati maka matilah juga sensitivitas anggota (terhadap perkara haram), sehingga menyebabkan tiadanya kekuatan untuk menolak kejahatan dan menghindarkannya sama sekali.
Duhai suami, perhatikanlah kebutuhan istri untuk dicemburui! Cemburu tanda perhatian, perhatian tanda cinta, itulah yang banyak diyakini oleh para istri. Ketika suami cuek bebek, istri akan merasa tidak dicintai, tidak dihargai.

Apalagi suami yang malah merasa bangga ketika lekuk tubuh istrinya dinikmati pria lain, pipi istrinya dicium oleh pria lain, maka tidak mengherankan jika banyak terjadi kekacauan dalam rumah tangga yang demikian.
Apa yang bisa dicemburui?

Siapa bilang istri di rumah saja tidak ada yang bisa dicemburui? Sepanjang 24 jam istri terbebas memandangi aktor-aktor tampan yang menjadi bintang iklan atau pemeran sinetron di TV, belum lagi penyanyi pria yang memiliki suara merdu yang senantiasa digila-gilai istri.
Tidak kah Anda sebagai suami merasa risih dan cemburu karena istri lebih memilih menghabiskan waktu untuk hal tidak berguna daripada membaca ayat Quran misalnya?
Tidak kah Anda merasa risih dan cemburu melihat istri bergonta-ganti foto profil di sosial medianya sehingga siapa pun bisa melihatnya?

Istri memiliki kebutuhan untuk dicemburui, ketika suami tidak memenuhinya, dikhawatirkan akan terjadi masalah yang lebih besar dalam rumah tangga. Semoga yang sedikit ini ada manfaatnya.  (pelangimuslim.com)

Benarkah Rasulullah Pernah Menyebut Bangsa Indonesia?

Tatkala salah satu guru Prof. DR. al-Muhaddits as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki dan Al-'Allamah al-'Arif billah Syaikh Utsman bersama rombongan ulama lainnya pergi berziarah ke Makam Rasulullah saw., tiba-tiba beliau diberikan kasyaf (tersingkapnya hijab) oleh Allah swt. dapat berjumpa dengan Rasulullah saw.


Di belakang Nabi Muhammad saw. sangat banyak orang yang berkerumunan. Ketika ditanya oleh guru as-Sayyid Muhammad al-Maliki itu: “Ya Rasulullah, siapakah orang-orang itu?”Rasulullah saw. pun menjawab: “Mereka adalah umatku yang sangat aku cintai.”Dan diantara sekumpulan orang yang banyak itu ada sebagian kelompok yang sangat banyak jumlahnya. Lalu guru as-Sayyid Muhammad al-Maliki bertanya lagi: “Ya Rasulullah, siapakah mereka yang berkelompok sangat banyak itu?”Rasulullah saw. kemudian menjawab: “Mereka adalah bangsa Indonesia yang sangat banyak mencintaiku dan aku mencintai mereka.”Akhirnya, guru as-Sayyid Muhammad al-Maliki itu menangis terharu dan terkejut. Lalu beliau keluar dan bertanya kepada jama’ah: “Mana orang Indonesia? Aku sangat cinta kepada Indonesia.” (Dikutip dari ceramah Syaikh KH. Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi).

Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki Merangkul Mbah Hasan Mangli Magelang


Bukti kecintaan as-Sayyid Muhammad al-Maliki kepada orang Indonesia adalah dengan membangunkan Pesantren khusus untuk orang Indonesia di Mekkah. Dan beliau sangat senang dan bahagia apabila ada orang/ulama Indonesia yang menyempatkan bersilaturrahim di rumahnya. Bahkan beliau sering memberikan buah tangan (hadiah) kepada orang/ulama. (pelangimuslim.com)

Sabtu, 12 Maret 2016

Baca Ini Kalau Berani! , Kisah Nyata Dahsyatnya Azab Bagi Anak yang Durhaka kepada Ibunya

Sebut saja namanya Karta. Ia telah menikah dengan wanita pilihannya. Wajahnya cantik. Namun sayang, hatinya tak secantik wajahnya. Karta mulai terpengaruh dengan istrinya dan hampir selalu menurutinya. Dari sinilah kisah tragis itu dimulai.
ilustrasigoogle.com
Selain Karta dan istrinya, di rumah itu juga tinggal ibunya. Sebelumnya, Karta bersikap baik pada ibunya. Tapi perlahan, sang istri men-‘cuci otak’-nya.
Suatu hari, sepulang Karta dari tempat kerja, istrinya mengadu. “Mas, ibu itu bagaimana sih. Kerjanya cuma jalan-jalan ke rumah tetangga. Nggak mau bantuin aku.” Karta langsung termakan kata-kata sang istri. Dicarinya ibunya.
“Ibu, ibu sukanya ke main ke rumah tetangga ya. Nggak mau mbantu menantu ibu.”
“Siapa yang bilang begitu. Ibu itu yang ngepel dan nyapu rumah ini, Karta. Ibu yang mencuci. Dan makanan yang kamu makan itu, itu juga ibu yang masak. Ibu memang ke rumah tetangga, tapi itu cuma sebentar. Untuk istirahat. Kalau istirahat siang-siang di rumah ini, ibu bisa dimarahi istrimu…”
Mendengar penjelasan itu, bukannya minta maaf, Karta malah tidak mempercayainya. “Ah, ibu alasan saja.”
Hari-hari berikutnya, hubungan antara Karta dan ibunya tak kunjung membaik. Apalagi hubungan antara ibu dengan istri Karta, semakin memanas. Hingga suatu malam, setelah Karta sampai di rumah, sang istri memintanya mengambil keputusan yang sangat sulit.
“Mas, aku sudah tidak betah lagi sama ibu. Aku dan ibu tidak bisa lagi tinggal dalam satu atap. Sekarang Mas pilih, aku yang pergi atau ibu yang keluar dari rumah ini,” kata istri Karta dengan nada tinggi. Karta bingung. Ia tidak tega mengusir ibunya, tetapi ia juga tidak sanggup berpisah dari istrinya.
“Kenapa seperti itu Dik. Aku sangat mencintaimu, aku tak mungkin hidup sendiri tanpamu. Tapi ibu, ia tidak punya siapa-siapa. Kalau ia pergi, pergi ke mana? Kasihan dia”
“Enggak Mas. Malam ini juga kamu harus putuskan. Ibu yang pergi atau aku yang pergi.” Luluh juga hati Karta di depan istrinya. Entah syetan apa yang merasukinya, ia pun melangkah ke kamar ibunya.
“Masya Allah, benarkah kamu mau mengusir ibu ini, Karta?” tanya ibu setengah tak percaya saat mendengar Karta memintanya pergi dari rumah.
“Iya, Bu. Ini demi kebaikan rumah tangga kami.”

“Kamu tega, Karta,” orang yang namanya dipanggil hanya diam, “kalaupun kamu mengusirku, tunggulah besuk pagi. Tengah malam begini, ibu harus ke mana?”
Karta terdiam. Ia tak menjawab. Tapi keputusannya telah bulat.
Beberapa waktu kemudian, ibu keluar dengan tas di tangannya. Tidak semua barangnya bisa dibawa. Ia melangkah berjalan di tengah malam, sambil air mata terus menetes membasahi pipinya. Sebagai seorang ibu, ia sungguh sangat kecewa. Sakit hatinya. Diusir oleh anak sendiri yang lebih mementingkan istri tak berakhlak daripada ibunya. Dalam kondisi itu, sang ibu pun berdoa.
“Ya Allah, hatiku sakit atas perlakuan ini. Anakku sendiri mengusirku, padahal aku yang mengandung, melahirkan, menyusui dan membesarkannya. Ya Allah, aku tidak ridho padanya. Aku haramkan seluruh air susu yang diminumnya sejak bayi hingga membentuknya seperti saat ini.” 
Doa seorang ibu yang didurhakai, doa di tengah malam, dalam kondisi hujan rintik-rintik, ketiga faktor mustajabnya doa itu bertemu.
Keesokan harinya, Karta merasakan seluruh tubuhnya sakit. Kulitnya mulai gatal-gatal. Makin lama, kulitnya seperti melepuh. Hari-hari berikutnya lepuhan itu mengeluarkan nanah dengan bau yang menyengat. Sampai-sampai, tetangga yang menjenguknya pun tidak berani mendekat. Berbagai upaya medis tak juga membuatnya membaik. Karta menyadari bahwa ini mungkin karena kesalahannya mengusir ibunya sendiri di malam itu. “Tolong carikan ibuku, aku ingin minta maaf. Sakitku ini karenanya,” pintanya pada seseorang.
“Tidak. Biar Karta merasakan sakit itu. Sakitnya hatiku diusir lebih sakit dari apa yang dirasakan Karta,” jawab sang ibu saat ditemui pesuruh Karta, “aku tak mau kembali ke rumah itu.”
Beberapa hari kemudian, Karta pun meninggal. Begitu busuknya bau Karta, sampai-sampai modin setempat tidak mau memandikannya sendiri. Ia menyewa orang untuk memandikan Karta. Waktu meninggalnya Karta hampir bersamaan dengan meninggalnya orang lain di kampung yang sama. Sehingga tersedialah dua galian untuk memakamkan mereka. Dan baru saja Karta dimakamkan, keributan terjadi.
“Ini seharusnya makam untuk saudara saya, kenapa ditempati,” kata seseorang yang terkejut melihat galian makam untuk saudaranya telah terisi.
“Maaf pak, kami tidak tahu. Karena sudah terlanjur, sekali lagi kami minta maaf. Mohon almarhum dimakamkan di galian satunya Pak, kan sama-sama makamnya”
“Tidak bisa! Ini sudah kita pesan liang lahatnya dekat dengan anggota keluarga yang meninggal sebelumnya. Kalau di sana kan jadi terpisah. Kami tidak mau. Harus dibongkar”
Karena tidak bisa diajak kompromi, akhirnya warga pun mengalah untuk membongkar kembali makam Karta. Anehnya, saat makamnya dibongkar, mereka mendapati kain kafan Karta telah berubah warna; coklat keabu-abuan. Tubuhnya juga tampak lebih tipis. Dan begitu dibuka, mereka terkejut bukan main. Jenazah Karta berubah warna dan bentuk, seperti hangus terbakar. Demikian dahsyatnya azab bagi anak yang durhaka kepada ibunya. Azab pedih langsung terjadi di dunia dan lebih pedih lagi saat berada di alam barzah.  [Kisahikmah.com]
*Disarikan dari ceramah KH. Zubairi Rahman, Pengasuh Program Keluarga Sakinah – Suara Giri FM