0
Kisah ini menceritakan tentang seorang wanita yang sangat rendah diri karena penampilannya yang dinilai kurang menarik. Hidung yang kurang mancung, gigi yang miring, dan wajah yang kurang disenangi membuatnya kehilangan kepercayaan dirinya.


Walaupun ia memiliki nilai yang sangat tinggi semasa ia bersekolah, ia sulit mendapatkan pekerjaan sampai akhirnya ia bekerja di sebuah perusahaan sebagai penanggung jawab gudang karena ia tidak perlu menampilkan wajahnya di hadapan umum.

Teman-teman dan keluarganya terus berusaha untuk mengenalkan beberapa pria padanya. Namun setiap pria yang datang tidak hanya memalingkan wajahnya dan pergi, tetapi juga menyalahkan orang-orang yang memperkenalkannya karena mereka memperkenalkan seseorang yang jelek dan tidak menarik.

Wanita ini sangat ingin melakukan operasi plastik dengan membawa kesedihan yang sangat mendalam di hatinya. Namun apa daya karena keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan, ia hanya bisa memendam kesedihan dan harapannya jauh di dalam lubuk hatinya.

Namun tidak ada yang menyangka bahwa pada suatu hari, wanita ini bertemu dengan seorang pria yang cukup menawan dan sangat mengerti sopan santun. Pria ini mengajak wanita ini makan dan berbincang-bincang dengannya.
Ketika mereka berbincang-bincang, wanita ini berpikir bahwa pria yang sangat baik seperti ini tidak mungkin akan tertarik dengannya. Setelah mereka selesai makan, sang wanita terus bersikeras untuk melunasi harga makanan yang ia makan. Selang beberapa hari, pria ini menyatakan bahwa ia bersedia untuk menikah dengan wanita ini.

Wanita yang beruntung ini kaget dan tidak percaya akan apa yang dia dengar. Ia merasa Tuhan masih mendengarkan doa-doanya ketika ia bertemu dengan seorang pria yang rela untuk merawat dirinya. Namun akhirnya mereka mengetahui bahwa pernikahan ini diadakan oleh sang pria supaya ia bisa melepaskan kekesalannya karena pria ini tidak jadi menikah dengan mantan pacarnya yang cantik hanya karena orangtuanya tidak setuju. Walaupun akhirnya pernikahan ini tetap dijalankan, sang pria tidak mempedulikan wanita ini sedikitpun karena ia masih belum bisa melepaskan perasaannya dari mantan pacarnya.

Wanita ini terus bersabar untuk memasak setiap harinya, menantikan suaminya pulang dan bahkan berkata kapanpun suaminya ingin cerai, mereka bisa segera menyelesaikan prosedurnya. Wanita ini tahu bahwa suaminya ditertawakan oleh banyak orang karena suaminya menikah dengan seorang wanita jelek dan suaminya masih belum bisa melupakan mantan pacarnya, bahkan masih berhubungan dengan baik sampai hari ini.

Akhirnya pada suatu hari, mertua dari wanita ini jatuh sakit karena struk dan wanita ini memutuskan untuk berhenti bekerja untuk menjaga beliau. Wanita ini menggunakan kesempatan ini untuk bertanya pada mertuanya yang juga adalah ibu dari suaminya, "Mengapa anda tidak menyetujui pernikahan anak anda dan mantan pacarnya? Apakah karena pacarnya terlalu cantik?"

Mertuanya menggelengkan kepalanya tanda bukan dan beliau berkata, "Mantan pacarnya adalah seorang wanita yang hanya ingin menikmati hidup enak dan tidak akan bisa bekerja sama ketika kehidupan mulai terasa sulit. Seorang istri tidak bisa hanya dinilai melalui penampilan luar saja."

Setelah diselidiki, ternyata perkataan sang mertua benar. Mantan pacar dari pria ini pernah melakukan usaha dan menggunakan nama dari pria ini sebagai jaminan. Namun setelah usaha tersebut gagal, ia tidak berusaha untuk melakukan sesuatu dan meninggalkannya begitu saja.
Pria ini akhirnya kehilangan kepercayaan dan akhirnya setelah 3 tahun berlalu sejak pernikahan antara pria ini dan sang wanita jelek, sang pria menerima pernikahan ini dan mulai berbicara dengan istrinya.
Beberapa tahun kemudian mereka memiliki seorang putri yang sangat cantik. Walaupun demikian, mereka tetap mendengar beberapa cercaan saat mereka berjalan-jalan keluar dari rumah.
Sang pria yang tahu bahwa istrinya cukup tertekan dengan hal ini menjelaskan bahwa walaupun awalnya ia menikah hanya karena ia kesal, akhirnya pria ini tersentuh akan kebaikan hati istrinya. Ia bahkan merasa buruk ketika ia sempat menolak seorang wanita yang sebaik istrinya.

Wanita ini sudah menjalani sebuah kehidupan yang cukup bahagia. Walaupun awalnya ia hidup dengan penuh kesulitan, akhirnya ia memperoleh sebuah keluarga yang bahagia.

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Top