0
Bagaikan sebuah sinetron, seorang suami di Melbourne, Australia menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa istrinya.



Kisah ini dimulai hampir setahun yang lalu, ketika Noela Rukundo terbang meninggalkan suaminya, Balenga Kalala, di Melbourne untuk menghadiri pemakaman ibu tirinya di Burgundi.

Usai menghadiri pemakaman, Noela kembali ke hotelnya di ibu kota Burgundi, Bujumbura. Kesedihan dan suhu Bujumbura yang lembab membuat Noela stres. Saat akan naik ke tempat tidur, telepon berdering.

Ternyata itu telpon dari suaminya dan setelah melakukan percakapan sebentar, Kalala menyarankan istrinya untuk keluar jalan-jalan mencari udara segar.

Saat Noela melangkah keluar dari hotelnya, seorang pria menghampirinya dan menodongkan pistol ke arahnya.

"Pria itu menyuruhku untuk diam. Jika tidak, dia akan menembakku," katanya kepada BBC.

Noela yang ketakutan menurut saja ketika digelandang ke dalam mobil penculiknya. Dia dibawa ke sebuah bangunan dan diikat di kursi. Dia bisa mendengar seorang penculik menelepon 'bos' dan kemudian bertanya kepadanya.

"Apa yang kamu lakukan sehingga orang ini membayar kami untuk menghabisimu?," kata penculik tersebut.

Noela pun merasa bingung dengan pertanyaan itu. "Apa yang kalian bicarakan," kata Noela.

Penculik menjelaskan bahwa Kalala, suaminya yang selama ini dinikahinya selama 10 tahun, telah membayar mereka 7,000 dollar Australia (setara Rp 67,2 juta) untuk membunuhnya.

Noela benar-benar sangat terkejut. Dia tidak bisa percaya dengan penjelasan para penjahat itu. Awalnya Noela mengira mereka membohongi dirinya.

Namun dia baru benar-benar percaya ketika penjahat itu menghubungi 'bos'. Dia mengenal suara laki-laki yang sedang berbicara melalui pengeras suara. Noela mendengar suara yang dikenalnya itu mengatakan, "Bunuh dia!"

"Aku kenal suaranya. Itu dia. Aku serasa mau pingsan," katanya.

Namun tanpa sepengetahuan Kalala, rencana kejinya gagal.  Ternyata si pembunuh bayaran...

Batal Dibunuh, Setelah Mengetahui...

Para penculik itu mengatakan tidak akan membunuh Noela karena salah seorang dari mereka mengenal kakak laki-lakinya.

Mereka mengatakan akan meminta uang lebih banyak dari Kalala dan mengabarkan telah menyelesaikan tugas mereka.

"Mereka tidak mau membunuh wanita dan akan membebaskanku," katanya.

Para penculik itu kemudian memberi Noela kartu memori yang berisi rekaman percakapan suaminya dan bukti transfer uang.

Dua hari setelah pembebasannya, Noela diam-diam kembali ke Melbourne pada 22 Februari.

Sementara itu Kalala memberitahu warga sekitar rumahnya tentang kematiannya istrinya. Dia mengatakan istrinya telah meninggal dalam sebuah kecelakaan di Burundi. Ayah tiga anak itu kemudian menggelar pemakaman.

Tanpa sepengetahuan Kalala, Noela sudah hadir di acara pemakaman untuk dirinya itu. Dia menunggu semua pelayat pergi hingga tinggal suaminya sendirian.

Ketika saatnya tiba, Noela segera keluar dari persembunyian dan menunjukkan dirinya di hadapan Kalala yang hanya bisa berdiri seolah melihat hantu di siang bolong.

"Kejutan, aku masih hidup. Kamu memang laki-laki kejam. Mengapa kamu ingin aku mati? Bagaimana dengan anak-anak? Siapa yang akan merawat mereka?," Noela benar-benar mengungkapkan kemarahannya.

Si Suami berkelit...

Awal Mengelak, Tapi...

Pada awalnya, Kalala menolak untuk mengakui perbuatannya. Tetapi di hadapan Pengadilan Tinggi Victoria ia mengakui telah membayar pembunuh bayaran untuk menghabisi istrinya. Dia juga sudah minta agar Noela memaafkannya melalui panggilan telepon pada 28 Februari, yang diam-diam direkam oleh polisi.

Kalala mengatakan ia ingin kembali pada Noela karena telah salah duga menuduhnya telah selingkuh.

"Dia bilang dia ingin membunuhku karena dia cemburu. Dia pikir aku ingin meninggalkannya untuk pria lain," kata Noela.

Di depan pengadilan, Kalala mengaku bersalah dan dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara pada 11 Desember 2015 lalu.

Namun cobaan untuk Noela belum juga berakhir. Dia terpaksa pindah dari rumah lamanya setelah komunitas Afrika di Melbourne mengkritiknya karena melaporkan suaminya ke polisi

"Situasiku, kehidupan di masa lalu? Semuanya telah hilang. Aku harus berdiri seperti wanita yang kuat," katanya.(cerminan.com)

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Top