0
Kisah nyata, datang dari zaman Rasulullah, dimana ada seorang pria yang mengintip wanita lalu ia masuk surga. Kisah ini bermula ketika Rasulullah mengutus pembantunya Tsa’labah untuk pergi  keperluan tertentu. Kemudian, Tsa’labah melaksanakan perintah Nabi. Namun, saat ditengah jalan, Tsa’labah melihat  ke salah satu pintu rumah  sahabat Anshor. Ia melihat  di cela pintu ada seorang wanita sedang mandi, ia pun mengintipnya berulang kali.

sumber poto : manadoline.com

Setelah itu, ia mulai takut jika diturunkannya wahyu, bahwa ada seseorang yang mengintip wanita mandi. Pastinya ia akan merasa malu dengan perbuatannya itu.

Tsa’labah pun memutuskan untuk pergi ke embah gunung di antara Madinah dan Makkah seorang diri dan meninggalkan Rasul serta berjanji tidak akan kembali lagi ke Madinah.

Kepergiaan Tsa’labah ini tentu saja membuat Rasul merasa kehilangan dan mempertanyakan ke mana perginya Tas’labah. Selama 40 hari kepergian Tsa’labah akhirnya datanglah malaikat Jibril kepada Rasul dan menyampaikan salam Allah bahwa ada seorang umat Rasul yang melarikan diri dan berada di antara sebuah gunung ini dan itu. Orang itu selalu memohon perlindungan kepada Allah agar terhindar dari neraka.

Rasul pun mengutus Salman dan Umar untuk menyusuri diantara sebuah gunung ini dan itu tersebut. Lalu, mereka bertemu dengan seorang pengembala  bernama Dzufafah. Umar bertanya kepada Dzufafah, apakah ia melihat seorang pria  di antara gunung ini ?

Lalu, Dzufafah menjawab, apakah orang yang dimaksud adalah orang yang melarikan diri dari neraka ? Umar pun bertanya kembali, kenapa Dzufafah bisa mengetahui hal itu. Kemudian Dzufafah berkata, orang itu akan keluar dari gunung  dengan  memegang kepalanya dan berteriak agar Allah mencabut nyawanya agar ia tidak ditelanjangi di neraka.

Tak lama kemudian, keluarlah Tsa’labah seperti yang dikatakan Dzufafah tersebut. Umar dan Salman pun langsung mengejar Tsa’labah dan mendekapnya sambil berkata ia aman dari neraka karena Allah Maha Pemaaf.

Tsa’labah pun terus merasa takut jika Rasul tahu akan dosanya itu dan ia meminta agar dirinya tidak dipertemukan dengan Rasul. Namun akhirnya Tsa’labah pun dipertemukan dengan Rasul dengan menjadi mukmin di sholat Rasul. Saat tengah sholat, Tsa’labah jatuh pingsan karena rasa ketakutannya yang berlebihan itu. Rasul pun berkata kepada Tsa’labah, bukankah aku sudah mengajarkan doa penghapus dosa. Tapi, Tsa’labah terus mengatakan jika dosanya itu terlalu besar.

Kemudian ia jatuh sakit dan Rasul pun menjenguknya. Lalu, Rasul bertanya apa yang diinginkan oleh Tsa’labah. Ia pun meminta agar dosanya diampunkan oleh Allah SWT. Rasul pun menuntut Tsa’labah membacakan doa penghapus dosa.

Dan setelah Tsa’labah membaca doa penghapus dosa, maka datanglah malaikat Jibril menyampaikan bahwa Allah telah menghapus dosa Tsa’labah. Tsa’labah pun meninggal dalam keadaan khusnul Khotimah, dan ia pun masuk surga.

Tsa’labah masuk surga karena ia telah mengakui dosa yang sudah ia lakukan itu, dan mau bertobah dari dosanya tersebut.

Dari kisah ini kita bisa meyakini bahwa Allah Maha Pemaaf, Allah akan memaafkan dosa sebesar apa pun jika umat-Nya itu benar-benar mengakui dosanya dan mau bertaubat,

sumber : Kumpulanmisteri.com.

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Top